Scroll to Top

PSSI Masih Kisruh, Pendukung PSM Makassar Inginkan Sanksi FIFA

By Aditya / Published on Thursday, 06 Sep 2012

La Nyalla - Djohar Arifin

Kisruh PSSI yang seolah tiada akhir membuat banyak pihak gerah. Salah satunya adalah para pendukung setia PSM Makassar. Jika perselisihan antara PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti tidak juga rampung, suporter tim Juku Eja meminta agar FIFA dan AFC memberikan tindakan tegas, yakni berupa sanksi kepada sepakbola Indonesia.

Ketua Ikatan Suporter Makassar (ISM), Herry Patty, menegaskan, apabila kedua kubu yang berseteru di ranah kepengurusan sepakbola nasional tidak juga sadar diri, maka lebih baik Indonesia dihukum saja oleh FIFA atau AFC.

Dengan hukuman skorsing, misalnya, justru semua pihak yang terlibat di persepakbolaan nasional bisa berbenah, mengembangkan diri, dan bersiap untuk meraih prestasi tertinggi setelah bebas dari hukuman nanti.

“Kalau misalnya dihukum selama dua tahun, maka (itulah) kesempatan kita (untuk) membenahi sepakbola  (Indonesia)!” tandas Herry Patty belum lama ini.

Herry Patty juga menginginkan agar dualisme kompetisi di Indonesia juga tidak terjadi lagi. Seluruh pecinta sepakbola Indonesia pastinya juga menginginkan adanya satu kompetisi yang sehat, profesional, dan berkualitas.

”Cukup gelar saja kompetisi yang sehat dan tidak ada lagi dualisme kepengurusan PSSI,” ujar Herry Patty.

Apa yang disampaikan oleh Herry Patty mendapat dukungan dari pentolan suporter PSM Makassar lainnya, termasuk Sadat. Menurutnya, kekisruhan di tataran pengurus telah membuat sepakbola Indonesia dalam kondisi darurat.

“Saya kira sulit untuk memajukan sepakbola Indonesia kalau masih ada dua kompetisi dalam artian PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan La Nyalla Mahmud Mattalitti belum bisa rujuk dan sama-sama mementingkan egonya,” tukas Sadat.

Sadat pun mendukung apabila FIFA dan AFC memberi hukuman saja kepada Indonesia jika kedua belah pihak yang bertikai tidak mau akur demi kebaikan dan kemajuan sepakbola nasional.

Toh kejadian serupa (sanksi FIFA) pernah juga menimpa negara-negara lain. Hasilnya, sekarang sepakbola mereka maju pesat, seperti Brunei Darussalam dan Malaysia,” kata Sadat.

Pernyataan senada muncul dari Koordinator Red Gank (laskar suporter PSM Makassar), Sul, dan dedengkot suporter PSM Makassar di Bulukumba, Ismail Bohari.

“Artinya lebih cocok kalau PSSI disanksi dua tahun oleh FIFA. Jadi, selesai (Pilpres) 2014 tidak ada lagi gontok-gontokan. Sekalian setiap tim punya waktu panjang melakukan persiapan,” tutur Sul.

“Nah, jika FIFA disanksi, maka pengurus PSM (Makassar) sebaiknya menggalakkan kembali kompetisi internalnya seperti dahulu,” tambah Ismail Bohari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda