Scroll to Top

193 Pemain Spanyol Bermain di Luar Negeri Karena Krisis Ekonomi La Liga?

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 06 Sep 2012

Javi Martinez Santi Cazorla

193 pemain Spanyol lebih memilih untuk berlaga di kompetisi luar negeri, entah itu Premier League (Liga Inggris), Bundesliga (Liga Jerman), Serie A (Liga Italia), atau bahkan liga-liga yang lebih kecil, daripada bernaung di La Liga (Liga Spanyol). Ada banyak alasan untuk hal ini. Dan khusus pada tahun-tahun terakhir, lebih disebabkan pada hantaman krisis ekonomi yang melanda Liga Spanyol.

Baru-baru ini AS, media kota Madrid, merilis laporan bahwa 193 pemain Spanyol tak memilih bertahan di liga domestik. Mereka lebih suka hijrah ke liga-liga lain di seluruh dunia. Catatan ini hanya berlaku untuk divisi utama masing-masing liga setiap federasi, belum termasuk divisi yang lebih minor.

Javi Martinez

Ada banyak alasan untuk pindah. Terutama masalah keuangan yang menimpa seluruh klub di Liga Spanyol. Baik pemain dan klub sama-sama memahami hal ini. Liga Spanyol telah kehilangan kekuatan untuk mempertahankan pemain bintang.

Semua klub, mulai dari yang berada di Primera Division hingga Tercera Division, kecuali duo Madrid-Barca, sama-sama mengencangkan ikat pinggang. Menjual pemain bergaji tinggi dan berharga mahal adalah solusi agar bisa bernapas.

Maka wajar jika Santi Cazorla (dari Malaga ke Arsenal) dan Javi Martinez (Athletic Bilbao ke Bayern Muenchen) pergi. Cazorla jelas dilego demi menyelamatkan klub.Sementara, Javi Martinez, meski kedatangannya ke Jerman dibenci Bayern Muenchen, tak bisa dipungkiri, membantu keuangan Athletic Bilbao.

Santi Cazorla

Pemain-pemain yang lebih minor, pergi demi menyelamatkan gaji bulanan. Mereka mungkin pindah ke klub yang lebih kecil. Semisal, Antonio Reguero (Valencia), yang pindah ke Iverness yang bermukim di Liga Skotlandia. Prestasi kedua klub jelas kontras. Tapi, masalah jaminan ketertiban pembayaran gaji, klub-klub daratan Inggris lebih bisa diandalkan.

Terlepas dari motif uang, ada pula pemain yang benar-benar pindah demi pengalaman baru. Mereka bosan dengan liga yang statis, pencapaian yang itu-itu saja, dan mencari liga yang mampu memberikan warna baru dalam hidup.

Kepergian para pemain Spanyol ke luar negeri, pada akhirnya adalah sebuah keniscayaan. Krisis ekonomi di dalam negeri dan status La Furia Roja sebagai juara Piala Dunia 2010 plus Juara Euro 2008 dan 2012, membuat para pesepakbola memiliki alternatif untuk ‘menyelamatkan diri’.

Liga Spanyol yang tidak menyisakan peluang bagi tim kecuali Real Madrid dan Barcelona, juga membuat orang akan mencari tantangan lebih rendah di luar sana: di  liga federasi luar yang tak didominasi hanya oleh dua klub.

(AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda