Scroll to Top

Tips Hadapi Pasangan yang Suka Mendominasi

By Ilham Choirul / Published on Sunday, 09 Sep 2012

bertengkar

Tipe pemimpin itu berbeda, termasuk mungkin pasangan Anda. Ada yang terlalu longgar memberikan kebebasan dan ada pula yang bertindak ketat dengan berbagai aturan. Sah-sah saja bagi pria jika bertindak seperti itu. Pasalnya, pria memang menjadi pemimpin bagi istrinya. Hanya saja, tatkala dominasi kepemimpinan ini terlalu ketat, bisa menjadi biang masalah terjadinya konflik dengan pasangan.

Dominasi kepemimpinan yang ketat kadang terbumbui dengan tindakan kasar saat ada pelanggaran yang dilakukan. Kekasaran itu bisa muncul lewat fisik maupun lisan. Pendapat Anda tidak dihargai olehnya jika terjadi pertentaan. Tentu saja kediktatoran ini bakal menjadi pemicu ketidaknyaman. Oleh karena itu, perlu ada “gerakan” untuk mengubah gaya kepemimpinan pasangan. Anda bisa melakukan hal berikut ini:

  • Tunjukkan padanya bahwa tindakannya salah. Anda mesti berani mengutarakan kesalahannya ketika dia tidak mau menengok sedikit pun pendapat Anda yang mungkin sangat berarti bagi kehidupan bersama.
  • Bertindaklah dengan tegas kala pasangan hanya ingin menang sendiri. Tegas artinya berhubungan dengan kejelasan pilihan dalam bertindak. Ini merupakan ekspresi keprihatinan Anda  terhadap tindakannya yang semena-mena. Kalau dia benar, Anda tegas menyetujui. Kalau dia salah, Anda juga tegas mengatakan itu salah dan berani mengambil ketegasan tindakan untuk menolak keputusannya. Lakukan dengan cara yang santun.
  • Jangan sampai menyerah menghadapi situasi seperti ini. Mengubah kebiasaan egois pasangan yang sudah lama diterapkan itu memang tidak mudah. Perlu waktu dan mungkin shock therapy untuk membuatnya tersadar. Anda mesti bersabar dalam membuatnya berubah dari sosok pendominasi. Jangan terlalu gampang pasrah pada setiap keputusannya jika ada kesalahan di dalamnya.
  • Jika tidak mampu menghadapi hal ini sendirian, cobalah minta bantuan dari keluarga atau tenaga ahli. Jadikan mereka mediator atas ketidaknyamanan yang ada di keluarga Anda. Dia mungkin baru akan menyadari kesalahannya yang over-possesif setelah mendengarya dari mediator. Tapi, jadikan ini jalan terakhir demi menjaga kehormatan keluarga kecil Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda