Scroll to Top

PSSI Curiga Panpel, BAORI Dan KONI Berkonspirasi Gagalkan PON

By Agus Prasetyo / Published on Monday, 10 Sep 2012

PSSI melalui koordinator pertandingan sepakbola PON 2012, Saleh Ismail Mukadar menilai bahwa Panpel PON sepertinya berkonsprirasi dengan KONI dan Baori untuk merusak nama baik PSSI.

Hal itu berkaitan dengan kisruh menjelang laga yang mempertemukan daerah yang organisasinya bermasalah.

“Kami diusir dari lapangan. Semua perangkat pertandingan PSSI, pun ikut diusir. Tapi nyatanya, mereka sudah berkumpul di tengah arena pertandingan dan ikut mengurusi semua hal-hal teknis yang bukan wewenangnya” terang Saleh seperti yang dilansir Bola.

Saleh mengatakan, semua kisruh yang terjadi di PON bermula dari campur tangan KONI Pusat dan Baori melalui Panitia Besar (PB) PON.

“Tim sepakbola Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Jambi yang sudah terdaftar di PB PON, sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Namun, bisa dianulir karena campur tangan KONI Pusat dan Baori. Semuanya menjadi kacau, karena mereka banyak melakukan pelanggaran” ungkap Saleh.

Dilanjutkan Saleh, putusan PSSI menarik semua wasit dan perangkat pertandingan disebabkan karena adanya tindakan pengusiran dan intimidasi yang terlihat sistematis.

Dengan demikian PSSI mengambil tindakan darurat, sebagai akibat dari perbuatan anarkis di lapangan.

Sebenarnya pada saat manager meeting pada 4 September 2012 di kantor PB PON, semua berjalan lancar sesuai urutan dan tata cara pertandingan.

Semua yang sudah berjalan sesuai jadwal, namun pada technical meeting sehari kemudian persoalan mulai muncul karena KONI dan Baori sudah melakukan intervensi ke PB PON.

Kisruh kemudian berkembang di lapangan pada 6 September saat pertandingan kedua grup C akan berlangsung pukul 19.00 WIB antara Jawa Tengah Vs Kalimantan Selatan.

Massa dan Panpel setempat, secara tiba-tiba memprovokasi perangkat pertandingan PSSI.

“Jadi, PSSI menarik semua wasit dan perangkat pertandingan. Itu, cermin tindakan anarkis Panpel. Meski begitu, kami mendukung sepenuhnya kesuksesan PON. Tetapi, ada aturan yang harus dihormati semua pihak. Itu juga yang berlaku di Olimpiade, Asian Games ataupun SEA Games” ujar Direktur media PSSI, Tommy Rusihan Arief.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda