Scroll to Top

Keberadaan Ponsel Bisa Sebabkan Komunikasi Kurang Berkualitas

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 11 Sep 2012

konflik

Hubungan dua orang bisa menjadi bermasalah gara-gara ponsel. Baik itu hubungan cinta sejoli atau pertemanan, bisa menjadi konflik kala salah satunya terlalu sibuk berkomunikasi dengan ponselnya. Demikian menurut studi yang dilakukan Andrew K. Przybylski dan Netta Weinstein dari University of Essex.

Seperti dikutip Times of India dari New York Daily News, mereka melakukan dua percobaan untuk melihat pengaruh ponsel pada komunikasi seseorang dengan lainnya. Di satu ruang, ada dua orang yang belum saling kenal ditempatkan bersama  untuk saling berbagi pengalaman pribadi yang dialami selama sebulan terakhir. Percobaan pertama ditempatkan sebuah ponsel dan percobaan kedua tidak diizinkan adanya perangkat ponsel dalam ruang.

Keduanya orang di masing-masing ruang hanya diberikan waktu 10 menit untuk berbagi. Setelah itu, masing-masing relawan itu diberikan pertanyaan berkaitan dengan hubungan yang singkat itu.

Hasilnya, orang yang di dalam ruangan ditempatkan sebuah ponsel, ternyata menyatakan kurang merasakan hubungan yang berkualitas. Mereka tidak merasa lebih dekat dengan pasangannya. Sementara itu, ketika komunikasi dibangun tanpa adanya ponsel, interaksi dapat berlangsung lebih intens.

Dari sini peneliti menyimpulkan, pada saat bersamaan mungkin ponsel sangat bermanfaat dalam membina hubungan dengan orang lain yang terpisah jarak dan waktu. Namun kalau Anda berponsel saat melakukan komunikasi dengan orang lain secara tatap muka, hal tersebut bisa membuat orang yang Anda ajak bicara menjadi kurang empati dan tidak percaya. Sebaiknya, berponsel tetap harus memperhatikan situasi dan kondisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda