Scroll to Top

Timnas Indonesia Sepi Penonton, PSSI: Jakarta Mulai Jenuh!

By Aditya / Published on Tuesday, 11 Sep 2012

Timnas Indonesia Suporter

Dua laga SCTV Cup 2012 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang menampilkan aksi dua tim Garuda, yakni Timnas Indonesia U-22 dan Timnas Indonesia senior bentukan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin ternyata sepi penonton. PSSI punya alasan terkait hal ini, yakni bahwa masyarakat Jakarta mulai jenuh.

Dalam dua pertandingan yang mempertemukan Timnas Indonesia U-22 melawan Timnas Malaysia U-22 dan Timnas Indonesia senior asuhan Nil Maizar menghadapi Korea Utara, di mana kedua tim Garuda PSSI menelan kekalahan di kandang sendiri, masyarakat yang datang langsung ke stadion memang terbilang sangat minim.

Padahal, biasanya, laga yang menampilkan Timnas Indonesia selalu dipadati oleh penonton yang memerah-putihkan stadion. Bahkan, Stadion GBK yang memiliki kapasitas lebih dari 88 ribu kursi tak jarang tidak mampu menampung seluruh penonton yang hadir.

Timnas Indonesia Vs Korut
Laga Indonesia Vs Korut di GBK yang Sepi Penonton

Semenjak PSSI mengalami kisruh dan melahirkan sejumlah dualisme, dari dualisme kompetisi, dualisme kepengurusan, dualisme klub, bahkan dualisme timnas, masyarakat Jakarta dan sekitarnya pun tampaknya mulai enggan datang ke stadion untuk menyaksikan anak-anak Garuda berlaga.

Namun, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin tidak mau menjadikan kisruh itu sebagai alasan dan lebih berpendapat bahwa warga Jakarta mulai jenuh dengan timnas.

Oleh karena itu, laga ujicoba melawan Vietnam yang digelar pekan depan akan dipindahkan ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya supaya padat penonton.

“Biar orang juga tahu kalau Indonesia juga, ada Surabaya maupun kota-kota di daerah lainnya. Jakarta juga mulai jenuh. Kita lihat dua pertandingan timnas yang digelar di GBK begitu sepi,” keluh Deputi Sekjen PSSI, Saleh Mukadar, di Surabaya, Selasa (11/9/2012).

Dipilihnya Surabaya, menurut Saleh Mukadar, bukan berarti PSSI pilih kasih dengan memakai kota-kota yang ada klub peserta kompetisi yang dinaungi PSSI.

Perhelatan babak Kualifikasi Piala Asia U-22 yang digelar di Pekanbaru, Riau, misalnya. Padahal, PSPS Pekanbaru justru berlaga di Indonesia Super League (ISL) yang bukan dikelola oleh PSSI-nya Djohar Arifin.

“Kita tidak melihat daerahnya serta klub di daerah itu ikut kompetisi mana. Contohnya, Piala Asia U-22 yang kita adakan di Pekanbaru yang disaksikan 22 ribu penonton,” tukas Saleh Mukadar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda