Scroll to Top

Seks Terjadwal Bantu Hubungan Pernikahan Lebih Baik

By Ilham Choirul / Published on Wednesday, 12 Sep 2012

pasangan-bahagia

Dalam satu minggu, Anda mungkin mengagendakan untuk melakukan berbagai aktivitas dengan orang lain. Tapi, apakah Anda juga menjadwalkan waktu khusus bersama pasangan untuk bercinta?

Bagi pasangan yang resmi, seks bukan menjadi sesuatu yang baru. Mereka melakukan aktivitas menyenangkan ini di waktu kapan pun diinginkan. Kadang, melakukan seks secara spontan itu menarik. Namun, tidak ada salahnya jika Anda membuat jadwal khusus yang memang ditujukan untuk kegiatan satu ini. Seks secara terencana, di samping bercinta dengan spontan, ternyata dapat menjadi cara untuk membina hubungan yang lebih baik dengan pasangan dalam jangka panjang.

Janice Epp, Ph.D, seorang dekan di  Institute for Advanced Studies of Human Sexuality, San Francisco, mengatakan, bagi pasangan muda mungkin meluangkan waktu untuk bercinta masih dengan mudah dilakukan. Tapi, ketika seseorang mulai berusia 50, 60, atau 70-an tahun, bercinta tidak lagi menjadi sesuatu yang berharga. Padahal sewaktu masih muda, bercinta menjadi salah satu cara untuk tetap mendekatkan hati dengan pasangan sehingga rasa cinta itu tetap ada.

“Saya  juga sering melihat banyak pasangan muda yang bekerja 14 – 15 jam sehari dan mereka bertanya-tanya mengapa mereka tidak melakukan hubungan seks,” kata Epp, seperti dikutip Huffington Post.

Menurut Epp, seks yang terjadwal bisa digunakan untuk membangun kembali keintiman yang mungkin sedikit terlupakan karena kesibukan di antara pasangan. Tidak dipungkiri saat ini, banyak pasangan yang waktunya habis hanya untuk bekerja dan melupakan sejenak keintiman dengan pasangan. Epp yakin dengan penjadwalan ini mampu membuat kehidupan pernikahan menjadi bergairah kembali dan menyelamatkan hubungan meski kedengarannya kurang romantis.

“Dengan penjadwalan seks dan berkomitmen terhadap jadwal yang bekerja untuk Anda berdua, seks bisa menjadi bagian yang berharga dan menyenangkan dari hubungan Anda,” kata Epp.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda