Scroll to Top

Stroke Hemoragik Ancam Peminum Alkohol

By Ilham Choirul / Published on Friday, 14 Sep 2012

minum alkohol

Peminum alkohol tidak lepas dari berbagai risiko kesehatan, termasuk salah satunya adalah stroke hemoragik. Temuan dari  studi yang dilakukan University of Lille Nord de France di Lille, Prancis, menyatakan, saat seseorang rutin meminum tiga porsi gelas atau lebih alkohol setiap hari sudah cukup untuk meningkatkan risiko stroke mematikan ini.

Stroke hemoragik ini dikaitkan dengan terjadinya pendarahan intraserebal di otak. Pembuluh darah pecah yang membuat seseorang tidak sadar seketika. Jika tidak segera tertolong maka taruhannya adalah nyawa. Stroke ini berbeda dengan jenis stroke iskemik yang memungkinkan seseorang masih sadar saat terjadi stroke. Sebab, aliran darah dalam kondisi terhambat oleh gumpalan darah dan belum sempat terjadi pecahnya  pembuluh darah.

Ada dua jenis stroke hemoragik, yaitu subarachnoid hemoragik dan intraserebal hemoragik. Subarachnoid hemoragik  terjadi pada daerah antara otak dan jaringan sekitarnya. Sementara itu, intraserebral hemoragik mengakibatkan pecahnya arteri di dalam otak dan ini bentuk stroke hemoragik yang umum ditemui. Kalau seseorang sudah kecanduan alkohol, terjadinya stroke hemoragik ini tidak perlu menunggu sampai seseorang tua. Usia dini pun sudah bisa merasakan serangannya.

“Minum (alkohol) berat secara konsisten diidentifikasi sebagai faktor risiko untuk jenis stroke, yang disebabkan oleh pendarahan di otak karena pembekuan darah,” kata Dr Charlotte Cordonnier,ahli saraf di University of Lille Nord de France, yang juga penulis studi, seperti dikutip CBS News.

Dalam penelitian yang dimuat jurnal Neurology edisi 11 September 2012 ini, peneliti melibatkan 540 orang yang mengalami pendarahan intraserebal. Anggota keluarga atau pengasuh diwawancarai untuk melihat sejauhmana kebiasaan minum alkohol sang pasien. Pasien kemudian dilacak riwayatnya selama dua tahun.

Hasilnya, 25 persen tergolong peminum berat yang mengonsumsi tiga atau lebih alkohol dalam sehari. Peminum berat ini rata-rata mengalami stroke ketika menginjak usia 60 tahun. Ini lebih dini dari serangan stroke yang biasa ditemui pada orang yang berusia 74 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda