Scroll to Top

Eden Hazard: Kisah Penemuan Seorang Manusia 32 Juta Pounds

By Wan Faizal / Published on Monday, 17 Sep 2012

Eden Hazard

Beberapa musim lalu, nama Eden Hazard mungkin sama sekali tak dikenal. Tapi kini, semua terpukau dengan aksi-aksi pemain yang sampai dibeli dengan harga 32 juta pounds oleh Chelsea dari OSC Lille. Bagaimana kisah perjalanan seorang Hazard muda hingga menjadi seperti sekarang ini?

Bakat Hazard muda pertama kali ditemukan oleh klub lokal Royal Stade Brainois FC. Adalah Direktur Umum Pascal Delmoitiez yang menjadi orang pertama yang takjub akan bakat muda Hazard.

Saat itu, kisah Delmoitiez, Hazard muda berbuat nakal dengan “mengganggu” sebuah pertandingan untuk anak-anak. Hazard tiba-tiba masuk ke lapangan, meletakkan bola di titik putih, mengambil ancang-ancang, dan melesakkan bola dengan akurat ke sudut gawang, sebelum melakukannya berulang kali. Sesuatu yang membuat Delmoitiez cukup kesal sekaligus takjub.

Pascal Delmoitiez
Pascal Delmoitiez

“Itulah pertama kali saya melihat Eden, dan sampai sekarang masih terus terngiang di pikiran saya. Tentu saja kami tak mengizinkan ada orang lain di lapangan ketika ada pertandingan. Jadi kami harus memperingatkannya,” ucap Delmoitiez.

“Tapi saat itu, ketika saya mendekatinya, saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat. Ia sangat mungil, berumur kurang dari lima tahun, tapi bisa melakukan hal itu. Ia juga tak mengenakan apa-apa di kakinya. Tanpa sepatu, apalagi kaos kaki. Dan yang ia pakai adalah bola sungguhan, bukan bola plastik.”

“Saya tidak mengerti bagaimana ia bisa melakukan itu semua. Jadi saya mencoba untuk mengundangnya untuk ikut berlatih bersama tim junior kami. Ia punya bakat yang hebat, Anda tak perlu mengajarinya sesuatu. Berikan saja ia bola dan lihat apa yang ia lakukan. Semua terjadi dengan natural.”

Avenue du Stade di kota Braine-le-Comte, 30 kilometer dari Brussels menjadi saksi bisu aksi-aksi Hazard berikutnya. Hingga menginjak usia 10 tahun saat Hazard memutuskan untuk pindah ke Royal Stade, markas klub AFC Tubize.

Fathi Ennabli
Fathi Ennabli

Hazard berpindah ke klub tersebut setelah salah satu staf kepelatihan tim junior Tubize, Fathi Ennabli, tertarik dengan aksi-aksi Hazard ketika ia melihat pertandingan yang melibatkan Hazard.

“Eden masih sangat mungil kala itu. Tapi keajaiban selalu terjadi ketika ia membawa bola. Kontrolnya sangat istimewa, begitu juga dengan akselerasinya. Ketika pertandingan berakhir, saya bertanya pada Eden dimana ayahnya berada,” tutur Ennabli.

“Namun usaha kami untuk mendapatkannya tidak mudah. Thierry dan Carine (orang tua Hazard) berkata bahwa anaknya ingin bermain di klub yang besar. Dan disaat bersamaan, Anderlecht dan Standard Liege, juga ingin Eden masuk ke tim muda mereka.”

“Tapi untunglah Eden punya Thierry dan Carine. Mereka paham bahwa Eden masih sangat muda dan harusnya berlatih bersama klub yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Mereka juga merasa Eden masih terlalu muda secara mental dan fisik untuk bergabung dengan dua klub itu. Akhirnya, jadilah Eden bergabung ke tim kami.”

Di Tubize, Hazard mengalami perkembangan yang signifikan. Kemampuannya terus berkembang saat membela tim junior Tubize, hingga pada 2005 ia dipinang oleh klub Prancis, OSC Lille.

Saat Hazard dipinang Chelsea dari OSC Lille seharga 32 juta pounds pada bursa transfer musim panas ini, Tubize hanya mendapat sedikit cipratan uang dari transfer tersebut.

“Kami hanya mendapatkan sedikit uang dari penjualan Eden ke Chelsea, mungkin hanya sekitar 150.000 pounds. Tapi itu tak masalah. Kami sudah cukup bangga bisa mencetak bintang sekelas Eden,” tutup Ennabli.

Delmoitiez dan Ennabli kini layak tersenyum karena pemain temuan mereka, Eden Hazard, telah bertransformasi menjadi salah satu pemain fenomenal di belahan Eropa bahkan dunia saat ini.

Hazard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda