Scroll to Top

Cukup 15 Detik Bagi Wanita untuk Tinggalkan Sebuah Percakapan

By Ilham Choirul / Published on Monday, 17 Sep 2012

bosan mengobrol

Wanita termasuk sosok orang yang mudah bosan dan meninggalkan obrolan kala diajak bicara. Terutama jika obrolan tersebut menyangkut masalah pekerjaan, gosip di televisi, urusan rumah tangga, dan keluhan, wanita bisa merasa bosan hanya dalam waktu 15 detik. Setidaknya ada 33 persen wanita yang enggan meneruskan percakapan dengan topik tersebut. Demikian menurut hasil studi dari Hidden Hearing seperti dikutip Times of India dari Daily Mail.

Untuk menghargai lawan bicaranya, satu dari tiga wanita mesti melakukan obrolan “palsu”. Mereka tidak berminat untuk bicara dan hanya sekadar melakukan kepura-puraan tertarik dengan suatu percakapan. Kadang mereka menyatakan persetujuan dengan mengangguk, tetapi sebenarnya dilakukan dengan pikiran kosong. Namun sepertiga wanita mengatakan, sebenarnya mereka juga bisa merasakan ketika lawan bicaranya melakukan obrolan yang penuh kepura-puraan dan tidak mendengarkan dengan penuh perhatian.

Sementara itu, pria lebih cepat lagi ketika harus menunjukkan sikapnya untuk tidak melanjutkan obrolan. Saat tema yang diperbincangkan tidak menarik, mereka hanya perlu 10 detik untuk memutuskan berhenti mengobrol atau mengambil tema lain. Dan, tema obrolan yang biasanya membuat pria bosan adalah tentang perasaan atau yang berhubungan dengan gosip.

Menurut Peter Sydserff, audiolog di Hidden Hearing, satu hal lagi yang membuat orang enggan untuk bercakap adalah masalah dalam pendengaran. Dalam studinya ini Sydserff juga mengatakan, ketika seseorang mengalami kekurangan dalam mendengar, maka itu bisa menjadi salah satu sebab terisolasinya dari kehidupan sosial. Rasa minder menjadi sebuah penghalang.

“Untuk mendengarkan dengan baik kita harus mampu mendengar dengan baik,” kata Sydserff.

Untuk itu, disarankan orang yang ditengarai memiliki kekurangan dalam mendengar bisa dilakukan skrinning dan mendapatkan saran dari ahli pendengaran. Barangkali nantinya dengan alat bantu dengar bisa mengembalikan kepercayaan diri seseorang untuk kembali pada kehidupan sosialnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda