Scroll to Top

Persib Fokus Tingkatkan Daya Tahan Pemain

By Aditya / Published on Wednesday, 19 Sep 2012

Persib Latihan

Persib sedang mempersiapkan diri sebelum terjun ke kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013. Menurut pelatih Jajang Nurjaman, salah satu hal terpenting agar tim bisa konsisten selama mengarungi kompetisi yang panjang adalah daya tahan pemain. Oleh karena itu, Persib Bandung akan fokus untuk meningkatkan daya tahan para punggawanya sebelum kompetisi dimulai.

”Modal daya tahan itu untuk sepanjang kompetisi. Nanti, setelah itu baru bisa meningkatkan untuk power, speed, dan lainnya. Yang penting, dasarnya daya tahan dulu,” kata Jajang Nurjaman di Bandung, Selasa (18/19/2012).

“Selalu ada cara agar pemain tidak tertinggal fisik. Kita coba sisipkan saat latihan. Bisa kita tambah latihannya. Pokoknya banyak caranya, misalnya saat latihan tim sudah selesai, nanti dia bisa tambah latihan lari jarak menengah,” lanjutnya.

Beberapa waktu yang lalu, para pemain Persib telah menjalani pemusatan latihan di dataran tinggi Lembang. Di daerah yang dingin itu, fisik Maman Abdurrahman dan kawan-kawan benar-benar ditempa agar memiliki daya tahan yang prima.

Aang Suparman Masih Terdepan

Menurut penilaian Jajang Nurjaman, pemain yang paling baik dalam latihan fisik adalah Aang Suparman yang baru saja didatangkan dari Persibo Bojonegoro. Dalam latihan lari, misalnya, bek berusia 27 tahun itu selalu menempati posisi paling depan.

”Kalau yang catatan waktunya lebih baik saat ini masih Aang Suparman. Aang selalu terdepan,” ujar Jajang Nurjaman.

Sedangkan pemain baru Persib lainnya, yakni Asri Akbar, sering merasa kepayahan ketika latihan fisik di Lembang. Gelandang yang dicomot dari Persisam Putra Samarinda itu mengaku cuaca dingin di Lembang saat mempengaruhi kondisinya saat latihan.

“Saya dengar dari teman-temannya kalau fisiknya dia memang tidak terlalu bagus. Kalau latihan daya tahan selalu keteteran. Tapi saat main dia bagus. Saya juga masih bertanya mengapa bisa seperti itu. Mungkin memang pengaruhnya dari faktor psikologi,” ungkap Jajang Nurjaman.

“Fisik tidak menjadi sesuatu yang dominan untuk menjadi pemain inti. Pemain bisa main itu kan ditentukan banyak faktor. Di antaranya Fisik, teknik dan mental,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda