Scroll to Top

Undang-undang Media Sosial Antara Guru dan Murid Akan Diberlakukan

By Melissa / Published on Sunday, 07 Aug 2011

Media sosial ternyata banyak mengubah interaksi sosial di antara para penggunanya. Zaman sekarang tidak hanya anak remaja saja yang aktif menggunakan layanan media sosial, kalangan profesional seperti guru juga memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi.

Demi menjaga profesionalisme, mulai tanggal 28 Agustus mendatang sebuah hukum baru akan diterapkan di Missouri, Amerika Serikat.

Undang-undang Perlindungan Siswa Amy Hestir, yang namanya diambil dari seorang wanita yang mengklaim dirinya mengalami pelecehan seksual oleh gurunya ketika ia berusia 12 tahun, meminta sekolah-sekolah privat untuk merancang kembali kebijakan mereka mengenai komunikasi antara guru dan murid melalui media sosial.

Dikutip dari AllFacebook, undang-undang ini diusulkan setelah diadakannya investigasi dari Associated Press. Hasil investigasi ini menarik perhatian publik karena 87 guru di Missouri kehilangan lisensi mengajar akibat perilaku mereka yang dianggap melecehkan para siswa secara seksual, salah satunya yaitu kegiatan bertukar pesan online yang berisi kata-kata yang tidak pantas.

Jane Cunningham, Senator Missouri yang menulis undang-undang ini, mengaku bahwa ia melakukan kampanye ini demi memberikan perlindungan terhadap anak-anak di negara bagiannya yang terancam dari bahaya pelaku kejahatan seksual di sekolah mereka.

Jane juga ingin menghilangkan komunikasi privat di sekolah yang dikhawatirkan akan berujung pada hubungan yang tidak pantas. Ia menganggap bahwa hubungan antara guru dan murid juga alumninya melalui media sosial seperti Facebook harus terbuka dan dapat dipantau oleh orangtua dan petinggi sekolah.

Di lain pihak, para pengajar di Missouri khawatir jika hukum ini akan menghambat komunikasi antara guru dan murid baik di kelas atau di saat darurat. Pembatasan komunikasi melalui media sosial yang notabene merupakan media favorit para siswa, ditakutkan justru akan mempersulit interaksi murid kepada gurunya ketika mereka membutuhkan bantuan.

Banyak para guru yang berpendapat bahwa mereka menggunakan Facebook dan media sosial lainnya hanya untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan saja, seperti mendiskusikan masalah akademis dan memberikan nasihat untuk para muridnya. Baik guru maupun siswa tentunya keberatan jika masalah ini menjadi konsumsi publik.

Bagaimana menurut Anda, perlukah komunikasi antara guru dan murid diatur dalam undang-undang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda