Scroll to Top

Farid Hardja, Mengenang Sang Musisi Serba Bisa

By Aditya / Published on Thursday, 20 Sep 2012

Farid Hardja

Sosok musisi legendaris seperti Farid Hardja memang tidak bisa dilupakan begitu saja. Masih terkenang ketika di beberapa dekade silam, penyanyi berbadan tambun ini meramaikan belantika musik Indonesia dengan seabrek lagu populernya, sebut saja Karmila, Bercinta di Udara, Ini Rindu, Romantika Diamor, dan masih banyak lagi.

Farid Hardja memang sosok musisi serba bisa. Beragam jenis musik pernah digaulinya, dari rock & roll, jazz, balada, pop, disko, reggae, bahkan dangdut. Corak vokalnya yang merdu, dan terkadang menggelegar, didukung dengan tampilan pakaiannya yang serupa jubah dengan warna-warni mencolok, menjadi ciri khas yang belum bisa disamai oleh musisi lain hingga kini.

Penyanyi kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, pada 7 September 1950 ini sangat konsisten di ranah musik sekaligus sangat produktif. Sejak tahun 1977 hingga akhir hayatnya, yakni pada 1998, Farid Hardja tak pernah absen menghasilkan karya. Hebatnya, setiap album yang dirilisnya selalu menelurkan hits yang populer.

Farid Hardja Bani Adam

Sebenarnya, Farid Hardja sudah memulai karirnya sebagai pemusik sejak tahun 1966 kala ia bermain untuk grup De Zieger di Bandung. Setelah itu, ia hijrah ke Jakarta dan sempat bergabung dengan sejumlah band ibukota, seperti Cockpit dan Brotherhood pada 1974 serta Brown Bear pada 1975.

Tahun 1976, Farid Hardja mudik ke Sukabumi dan membidani terbentuknya grup musik yang dinamakan Bani Adam. Mengapa Farid Hardja memberi nama band-nya Bani Adam?

“Karena kita semua adalah umat Nabi Adam. Sebagai manusia, kita harus paham asal usul kita,” beginilah jawaban Farid Hardja.

Setelah tak lagi bareng Bani Adam, karir Farid Hardja justru meroket sebagai solois. Tak hanya itu, ia juga kerap berduet dengan penyanyi top masa itu, seperti Eddy Manalief, Dodo Zakaria, Ahmad Albar, Gito Rollies, Freddy Tamaela, Nicky Astria, Euis Darliah, Endang S. Taurina, Anis Marsella, Mery Andani, hingga Lucky Resha.

Sayang, usia sang penghibur tak bertahan lama. Akibat penyakit diabetes dan jantung yang telah dirasakannya sejak lama, Farid Hardja tutup usia pada 27 Desember 1998. Namun, sederet karya sang legenda tetap akan abadi sampai kapanpun.

Seri Musisi Legendaris Lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda