Scroll to Top

PSSI Kendalikan Timnas Indonesia, Apa Reaksi KPSI?

By Aditya / Published on Sunday, 23 Sep 2012

La Nyalla - Djohar Arifin

PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin diserahi wewenang oleh AFC untuk memegang kendali pengelolaan Timnas Indonesia. Hal itu sesuai dengan hasil rapat kedua Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan yang telah digelar di Markas AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20 September 2012 kemarin. Dengan adanya putusan ini, bagaimana reaksi KPSI?

Urusan pengelolaan Timnas Indonesia memang menjadi salah satu sumber konflik yang paling rumit. PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin sebagai induk sepakbola nasional merasa paling berhak mengurusi timnas. Di pihak lain, KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti tak kalah ngotot menginginkan agar timnas dikelola di bawah kendali Joint Committee (JC).

Perbedaan pendapat inilah yang kemudian memunculkan Timnas Indonesia tandingan yang dibentuk oleh KPSI. Pelatih berpengalaman Alfred Riedl pun kembali direkrut untuk membesut timnas berjuluk The Real Garuda yang diperkuat oleh para pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) itu.

Nah, setelah hasil rapat kedua Joint Committee (JC) disepakati, terbuka kemungkinan bahwa Timnas Indonesia akan dipersatukan. Apakah sampai di sini masalah akan selesai? Tampaknya belum. Kubu PSSI dan KPSI punya pendapat yang berbeda dalam menafsirkan hasil rapat kedua JC, khususnya terkait pengelolaan Timnas Indonesia.

Timnas Indonesia Suporter
Suporter Indonesia, merindukan timnas yang sehat dan solid

KPSI tetap saja bersikukuh bahwa Joint Committee-lah yang berwenang mengelola timnas, termasuk memanggil pemain dan memilih pelatih. Menurut Joko Driyono, anggota JC dari KPSI, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin hanya akan mengurusi timnas di tataran adminitrasi saja, misalnya urusan surat-menyurat.

“Timnas (Indonesia) dibentuk di bawah Joint Committee, bukan lagi di bawah kendali PSSI Djohar Arifin Husin,” tegas Joko Driyono usai rapat kedua Joint Committee belum lama ini.

Sementara itu, PSSI juga merasa paling berhak mengurusi timnas. Apalagi setelah menerima surat resmi dari AFC yang salah satu poinnya menyatakan bahwa Timnas Indonesia hanya boleh ada satu dan dikelola oleh PSSI.

Dengan turunnya surat sakti dari AFC yang mendelegasikan kepada PSSI untuk mengelola timnas, sikap apakah yang akan diambil oleh KPSI? Jangan-jangan persoalan akan kembali berkutat kepada masalah yang itu-itu lagi jika tidak ada pihak yang mau mengalah. Jika benar begitu, kapan majunya sepakbola di negeri ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda