Scroll to Top

BlackBerry Stagnan, BlackBerry 10 Mungkin Tak Bisa Perbaiki Posisi RIM

By Ditya / Published on Tuesday, 25 Sep 2012

Blackberry

Sementara perusahaan lain seperti Apple, Nokia, HTC dan Samsung berlomba-lomba meningkatkan penjualan dengan berbagai produk baru, RIM dengan BlackBerry-nya malah stagnan, bahkan BlackBerry 10 pun tampaknya tak akan bisa bebuat banyak untuk memperbaiki posisi RIM.

Research In Motion (RIM), pembesut handset BlackBerry dan tablet PlayBook ini dikabarkan sama sekali tidak mengalami pertumbuhan pelanggan selama kuartal pertama tahun ini, hal ini tentu sangat tidak menguntungkan bagi RIM.

Perkembangan pelanggan layanan BlackBerry yang stagnan ini juga dipicu minimnya inovasi RIM dan ditundanya peluncuran BlackBerry 10 hingga tahun depan. Hal ini diperparah dengan gangguan layanan RIM diberbagai negara beberapa waktu lalu.

Para ahli industri memperkirakan bahwa kehadiran BlackBerry 10 ini tidak akan bisa berbuat banyak untuk memperbaiki posisi RIM di pasar yang sedang jatuh. BlackBerry 10 kemungkinan berkurang daya tariknya setelah pengumuman penundaan peluncuran hingga tahun depan.

BlackBerry 10 makin terpuruk setelah meningkatnya daya tarik sistem operasi IOS dan Android yang masing-masing telah meluncurkan versi terbaru, yakni iOS 6 dan Android 4.1 Jelly Bean. Tak hanya itu, kehadiran Windows Phone 8 akan menjadi salah satu penghalang popularitas BlackBerry 10.

“Ini adalah kuartal pertama kami mengharapkan pertumbuhan pelanggan dengan tanpa kerugian di perusahaan diimbangi oleh keuntungan kecil dikonsumen internasional. Kuartal berikutnya diharapkan hadirnya BlackBerry 10 tidak banyak membantu perusahaan ini,” peringatan National Bank Financial melalui Kris Thompson.

Seperti yang dilansir dari Slashgear (24/09/2012), saat ini perangkat BlackBerry yang mengusung sistem operasi BlackBerry 7 ini tampaknya telah lelah bersaing dengan iOS, Android dan Windows Phone. Selain itu, sistem operasi BlackBerry 7 juga sudah terlihat usang dan jauh dari tren yang diusung oleh Android dan iOS serta Windows Phone.

Meski RIM semakin jatuh, namun perangkat BlackBerry masih laris ditanah air, hal ini mungkin disebabkan karena tren di Indonesai masih BlackBerry-sentris meski perlahan-lahan Android mulai mengejar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda