Scroll to Top

PSSI Panggil Pemain ke Timnas Indonesia, Klub ISL Menolak!

By Aditya / Published on Wednesday, 26 Sep 2012

Timnas Indonesia Bambang Pamungkas ISL

Rencana PSSI untuk memanggil para pemain dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) ke Timnas Indonesia asuhan Nil Maizar mendapat penolakan dari para pemilik klub. Mereka menegaskan, hanya Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan yang berhak memanggil pemain ISL ke timnas, bukan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.

Penolakan ini sebenarnya sudah bisa diperkirakan sebelumnya mengingat adanya perbedaan penafsiran tentang salah satu hasil rapat Joint Committee (JC) kedua yang digelar di Markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20 September 2012 silam.

Meskipun AFC telah memberi mandat kepada PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin untuk mengelola Timnas Indonesia, namun tidak demikian halnya dengan kubu KPSI yang tetap bersikukuh bahwa urusan timnas ada di bawah kendali Joint Committee (JC).

Oleh karena itu, barisan klub ISL menegaskan tidak akan begitu saja mengizinkan pemainnya ke Timnas Indonesia bentukan PSSI. Salah satu klub ISL yang menolak pemanggilan oleh PSSI itu adalah Pelita Jaya melalui manajernya, Lalu Mara.

“Kami tidak bisa begitu saja melepas pemain ke timnas. Di dalam surat itu dijelaskan bahwa yang memanggil pemain itu JC bukan pelatih bentukan PSSI,” elak Lalu Mara di Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Nah, seperti yang diprediksi sebelumnya, persoalan pelatih Timnas Indonesia juga masih menyisakan polemik. Jika PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin tetap menunjuk Nil Maizar sebagai pembesut timnas, besar kemungkinan KPSI dan sejumlah klub ISL tidak menyetujuinya.

Pasalnya, KPSI sendiri telah membentuk Timnas Indonesia tandingan yang ditukangi oleh Alfred Riedl. Namun, antara Alfred Riedl dan PSSI rezim Djohar Arifin Husin masih menyisakan masalah setelah pelatih asal Austria itu dipecat tanpa kompromi usai rezim PSSI Nurdin Halid beralih-tangan ke Djohar Arifin Husin.

Alfred Riedl Nil Maizar
Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl atau Nil Maizar?

Lalu Mara menambahkan, pihaknya sebenarnya tidak mempersoalkan siapa pelatih Timnas Indonesia, asalkan pelatih tersebut ditunjuk oleh Joint Committee, bukan oleh PSSI Djohar Arifin Husin.

“Siapapun pelatihnya, kalau dia hasil penunjukan JC, kami akan tunduk dan akan kami lepas pemain yang dibutuhkan. Tidak seperti ini!” tukas Lalu Mara.

Penyataan serupa juga dilontarkan oleh Sriwijaya FC. Augie Bunyamin selaku Direktur Keuangan Sriwijaya FC, menegaskan bahwa jika bukan Joint Committee yang memanggil, maka mereka akan tetap memilih Timnas Indonesia bentukan KPSI.

“Kami 100 persen ada di bawah JC. Apapun yang diputuskan JC kami lakukan terlepas mau perkuat timnas yang mana. Selama belum ada putusan dari JC, pemain tetap akan ikut di timnas asuhan Alfred Riedl!” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda