Scroll to Top

Makan Tomat, Cara Murah Sehatkan Kulit

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 27 Sep 2012

makan tomat

Wanita mana yang tidak ingin cantik? Kalau Anda salah satunya maka senangilah untuk selalu makan tomat secara teratur. Tomat mampu memberikan pertahanan yang baik bagi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Sehingga, kulit terbakar dan efek penuaan bisa dicegah dengan biaya yang sangat murah.

Adalah kandungan lycopene yang mampu memberikan manfaat istimewa itu. Lycopene dapat mencegah kerusakan DNA pada tubuh yang terjadi akibat paparan sinar ultraviolet dari sinar matahari. Kekuatan lycopene dalam menjaga kulit ini setara dengan pemakaian tabir surya. Kulit kemerahan juga bisa dihindari atas peran zat ini.

Untuk mendapatkan lycopene dalam jumlah banyak, disarankan mengonsumsi tomat dalam bentuk olahan. Misalnya, Anda menjadikan tomat sebagai saus, pasta, sup, atau jus.

Studi yang dilakukan oleh Royal Society of Medicine di London mengatakan, tomat bisa memberikan perlindungan terhadap sinar ultraviolet sampai 33 persen. Peneliti mengujinya pada 20 wanita berusia 21-47 tahun. Setengah dari mereka diberi lima sendok makan atau 55 miligram pasta tomat selama 12 minggu. Takaran ini setara 10 gram zaitun. Setengah lainnya hanya diberikan minyak zaitun. Mereka lalu diminta untuk terkena paparan sinar matahari.

Ketika dilakukan pengujian, relawan yang makan pasta tomat lebih terlindungi dari sinar ultraviolet matahari. Nilainya setara dengan tabir surya yang punya faktor perlindungan matahari (SPF) 1,3. Sementara itu, ditemukan ada peningkatan kadar prolagen yang berfungsi melindungi  kulit dari kerusakan dan menjaga elastisitas kulit. Kerusakan mitokondria pada DNS ditemukan hanya sedikit kerusakannya.

“Dampak perlindungan dari makan tomat pada  mitokondria kita adalah penting, karena mereka (mitokondria)  adalah produsen energi di semua sel tubuh kita, termasuk kulit. Oleh karena itu, bersikap baik terhadap mitokondria cenderung memberikan kontribusi untuk kesehatan kulit yang baik, yang pada gilirannya dapat memiliki efek antipenuaan “, kata Prof Mark Birch-Machin dari Newcastle University, seperti dikutip Times of India.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda