Scroll to Top

Real Madrid Terpecah Menjadi Dua Kubu?

By Fitra Firdaus / Published on Thursday, 27 Sep 2012

Real Madrid Terpecah Jadi Dua Kubu

Real Madrid terpecah menjadi dua kubu, yaitu kubu Spanyol dan kubu Portugal. Demikian yang dirilis oleh Mundo Deportivo. Kubu pemain Spanyol di Real Madrid, kecuali Xabi Alonso, ‘mengibarkan bendera perang’ dengan The Special One. Konflik ini disebabkan oleh sikap Jose Mourinho terhadap Sergio Ramos dalam pertandingan melawan Sevilla, dan cara Mou menyebut para punggawa Los Blancos sebagai orang-0rang “yang tidak menempatkan sepakbola sebagai prioritas utama”.

Ruang ganti Real Madrid memanas. Demikian yang disebutkan oleh Mundo Deportivo. Los Blancos terpisah menjadi dua kubu. Yaitu, mereka yang menyiratkan pesan anti Mourinho, dan mereka yang masih bersetia dengan sang pelatih. Kubu anti Mourinho didominasi oleh para pemain Spanyol. Kecuali beberapa pemain seperti Xabi Alonso yang memilih untuk berada di tengah-tengah.

Sementara itu, kubu yang memihak The Special One, didominasi oleh para pemain Portugal. Cristiano Ronaldo termasuk dalam daftar ini.
Pemicu perpecahan ini adalah terapi yang dilakukan oleh Jose Mourinho pada Sergio Ramos. Dalam pertandingan melawan Sevilla di Ramon Sanchez-Pijzuan, Madrid terkulai 1-0 oleh gol cepat Piotr Trochowski. Ketika itu, Sergio Ramos yang lahir di Sevilla, meminta izin kepada Mou agar diperkenankan bertahan semalam di sana. Tujuan Ramos, adalah berkumpul dengan keluarganya.

Jose Mourinho menanggapi sikap Ramos ini dengan membangkucadangkannya saat Madrid menumpas perlawanan Manchester City 3-2. Raphael Varane, bek masa depan Prancis dipilih untuk mengganti Ramos.

Bahkan, sebelum line-up melawan Granada diumumkan, banyak yang meyakini Ramos tak akan dimasukkan ke dalam starting XI. Meski, kala itu, pengamat menilai Mou ingin menghentikan rekor Madrid yang sering kebobolan lewat bola-bola mati.

Sikap Mou yang mengucilkan Ramos inilah yang ditengarai sebagai pemicu munculnya dua kubu di ruang ganti Real Madrid. Presiden Florentino Perez diharapkan mampu mengatasi ketegangan dan membuat kubu Anti Mourinho rujuk kembali dengan sang pelatih. Bagaimana pun, target Madrid tahun ini adalah juara Liga Champions. Dan ini adalah salah satu alasan mengapa Perez menunjuk The Special One sebagai pelatih.

Tidak ada yang bisa memastikan kebenaran 100% gosip yang disampaikan oleh Mundo Deportivo ini.

Seperti kala Jose Mourinho mengkritik para pemainnya yang dianggap tidak fokus pada sepakbola. Media menduga mereka, seperti Mesut Ozil, lebih suka berpesta. Belakangan, Ozil membantah bahwa kritik The Special One itu merujuk padanya dan meyakinkan bahwa sang gelandang Jerman giat berlatih untuk kubu Santiago Bernabeu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda