Scroll to Top

PSSI Dinilai Lambat, KPSI Menggugat

By Aditya / Published on Thursday, 27 Sep 2012

Djohar Arifin La Nyalla

Silang pendapat antara PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dengan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti mengenai poin-poin hasil rapat kedua Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan yang telah diselenggarakan pada 20 September 2012 silam di Markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, terus berlanjut. KPSI pun menilai PSSI lambat dalam menindaklanjuti beberapa poin hasil rapat tersebut.

Setelah sebelumnya PSSI dan KPSI beda pendapat mengenai poin yang menyangkut pengelolaan Timnas Indonesia, kini kedua kubu juga punya interpretasi yang tidak sama mengenai proses pengembalian keempat anggota Komite Eksekutif (Exco) yang dipecat, yaitu La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan, Tony Apriliani, dan Robertho Rouw.

Anggota Joint Committee (JC) yang merupakan salah satu utusan KPSI, Hinca Panjaitan, menilai, seharusnya PSSI segera melaksanakan amanat hasil rapat Joint Committee (JC), salah satunya adalah segera mengembalikan keempat anggota Exco yang telah dipecat ke posisi semula.

Menurut Hinca Panjaitan, PSSI terlalu lama dalam mengupayakan proses pengembalian keempat anggota Exco itu dengan berbagai alasan. Padahal, seharusnya, lanjut Hinca Panjaitan, La Nyalla Mattalitti dan kawan-kawan sudah kembali menempati jabatannya usai rapat kedua Joint Committee (JC) karena pengembalian mereka ke posisinya adalah tanpa syarat.

“Komite etik PSSI memutuskan memberhentikan La Nyalla, Erwin Dwi Budiawan, Tony Apriliani, dan Robertho Rouw. Kemudian dalam rapat kedua JC sudah diputuskan bahwa keempatnya akan dikembalikan tanpa syarat ke posisinya. Jadi, per 20 September 2012 keempatnya semestinya sudah menjadi Komite Eksekutif!” tukas Hinca Panjaitan di Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Hinca Panjaitan menambahkan, tugas Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, hanya sekadar mengeluarkan surat keputusan saja, tidak usah terlalu ribet mengurusi perumusan atau cara mengembalikan La Nyalla Mattalitti dan kawan-kawan ke posisinya.

Sebelumnya, Halim Mahfudz mengatakan bahwa pihaknya sedang merumuskan mekanisme untuk mengembalikan keempat anggota Exco yang dipecat ke jabatannya. Menurutnya, hal itu tidak mudah karena PSSI harus mencari formula yang benar-benar tepat agar tidak menabrak statuta. Hal inilah yang kemudian mendapat kritikan dari Hinca Panjaitan mewakili KPSI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda