Scroll to Top

Barcelona Diboikot Karena Gilad Shalit, Eks Tentara Israel Hadir di El Clasico

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 28 Sep 2012

Barcelona

Barcelona harus menghadapi kenyataan kurang mengenakkan. Hamas, kelompok pejuang Palestina, mengajak orang-orang di negara tersebut memboikot Barca. Alasannya, kebijakan Barcelona untuk mempersilakan Guilad Shalit, seorang tentara Israel untuk menonton laga El Clasico melawan Real Madrid pada Senin, 8 Oktober 2012 mendatang. Sementara, di Katalan sendiri, BDS Catalunya, kelompok pendukung Barcelona anti Israel, mengirimkan petisi menentang kehadiran Gilad Shalit. Padahal, Barca tidak mengundang tentara Israel tersebut, hanya memenuhi permintaannya menonton laga Barca vs Madrid.

El Clasico selalu sengit. Pertarungan Barcelona-Real Madrid senantiasa menyorot perhatian dunia. Kali ini, tensi panas menyeruak ke luar lapangan. Hal ini disebabkan oleh kehadiran Guilad Shalit, seorang Israel ke pertandingan tersebut yang digelar Senin, 8 Okober mendatang. Kehadiran Guilad Shalit di Camp Nou ini mengundang protes dari Hamas. Mereka mendesak Barca mengubah kebijakan tersebut.

Sebagai bentuk protes, tidak akan ada stasiun TV di Gaza yang menayangkan pertandingan Barcelona. Dan tidak ada pula surat kabar yang akan memberitakan klub Catalan. Demikian pernyataan salah satu petinggi Hamas, Attallah Abu Al Subah, seperti dikutip ibtimes pada Kamis (27/9).

Selain itu, di Catalan sendiri, ada sebuah petisi yang diluncurkan oleh BDS Catalunya, kelompok fans Barcelona yang menentang Israel. Dalam petisi yang ditandatangani oleh 800 orang itu, BDS Catalunya menyebutkan bahwa Barcelona melakukan tindakan yang tidak berimbang.

Petisi tersebut berbunyi, “Sejak April, Gilad Shalit tidak lagi menjadi tentara Israel. Namun, di mata orang Catalan dan seluruh dunia, ia masih merepresentasikan IDF (Tentara Pertahanan Israel).”

“Kami terkejut menyaksikan Barcelona menunjukkan rasa persahabatan dan simpati pada seorang Israel yang telah dibebaskan dari penjara. Padahal, hingga kini, terdapat sekitar 4660 tahanan Palestina di Israel, dan Barcelona bersikap diam.”

Sebelumnya, Shalit ditangkap oleh milisi Palestina dalam serangan pada Minggu, 25 Juni 2006. Penculikan Shalit ini kemudian digunakan oleh pihak Palestina untuk mendapatkan posisi tawar. Seorang Shalit akan dibebaskan dengan syarat, Israel membebaskan 1000 tahanan Palestina. Penangkapan Shalit ini membuat Israel melakukan operasi militer dan mengancam, langit akan runtuh jika Palestina berani melukai sang tentara yang ketika ditangkap berusia 19 tahun.

Kehadiran Shalit di Camp Nou tak lepas dari pernyataannya bahwa mendengar laporan olahraga dari radio sepanjang penahanannya, telah membuat Shalit tegar dan sukses melewati masa-masa berat di tahanan. Gilad Shalit sendiri adalah penggemar Barcelona.

Barcelona melalui situs resminya sudah menyebutkan bahwa mereka tidak mengundang Gilad Shalit. Mereka hanya menerima permintaan dari sang eks tentara Israel untuk menonton El Clasico. Barca menyebut bahwa ada tiga orang Palestina yang juga akan menonton El Clasico di Camp Nou: Presiden Federasi Sepakbola Palestina, pemain sepakbola Mahmoud Al-Sarsak, dan Duta besar Palestina. Barcelona meyakinkan bahwa klub Catalan ini senantiasa ingin mempromosikan perdamaian dan harmoni di Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda