Scroll to Top

7 “Dosa” Dalam Berinteraksi Di Sosial Media

By Aisyah Indarsari / Published on Monday, 08 Aug 2011

Sama seperti bersosialisasi di dunia nyata, berinteraksi di sosial media pun ada etika nya. Mungkin Anda tidak menganggap hal ini sebagai sesuatu yang perlu untuk ditaati, atau bahkan untuk sekedar diperhatikan. Akan tetapi, jika Anda melanggarnya, selalu ada sanksi sosial yang akan Anda hadapi nantinya.

Mulai dari “dikucilkan” dari komunitas dalam keanggotaan jejaring sosial Anda, atau bahkan yang lebih ekstrim, Anda harus berurusan dengan kepolisian jika sampai melanggar UU ITE.

Akan tetapi kali ini, penulis tidak akan membahasnya jauh sampai ke ranah hukum. Hanya menyebutkan beberapa “dosa” yang cukup mengganggu, yang biasanya tanpa sadar mungkin pernah Anda lakukan selama berinteraksi di sosial media. Berikut daftarnya seperti yang dikutip dari Socialmediatoday:

1. “Menyampah”

Apakah Anda sering kali mengupdate status Anda? Dan apakah wall atau stream Anda dipenuhi dengan link, foto atau check in Foursquare terbaru Anda? Sebenarnya semua itu menunjukkan tanda bahwa Anda kecanduan sosial media. Akan tetapi yang lebih penting lagi, sama halnya dengan Anda, jika Anda pernah merasa sebal ketika “kebanjiran” kiriman status ataupun link dari beberapa teman pada wall Anda, maka hal yang sama pun akan dirasakan teman Anda yang mendapat “banjir kiriman” serupa dari Anda.

Padahal jika Anda perhatikan, mungkin banyak diantaranya tidak terlalu penting. Bahkan banyak pengguna sosial media yang saling memberi julukan “menyampah” jika memberikan komentar-komentar yang tidak terlalu penting, atau bahkan terkadang mengada-ada.

2. Mengabaikan

Jika memonopoli news feed merupakan “dosa”, sebaliknya, jika Anda mengabaikan wall pun juga bisa dikatakan “dosa”. Jika Anda terbiasa pasif, jarang atau hampir tidak pernah berinteraksi dengan mengupdate status, memberikan “like” atau komentar, komunitas Anda di jejaring sosial tidak akan mengetahui keberadaan Anda. Maka Anda pun akan terkucilkan dengan sendirinya.

3. Mencoba mencari perhatian

Ada banyak hal menarik di dunia maya. Jika Anda ingin eksis di jejaring sosial, bukan berarti Anda harus berbagi video lucu dari YouTube terus menerus, atau topik heboh lainnya tanpa henti. Sekali dua kali akan menyenangkan. Akan tetapi, jika terus menerus, hal ini akan sangat membosankan. Jadilah diri Anda sendiri. Jika Anda menyukai musik, sesekali berbagilah lagu kesenangan Anda atau video konser bintang favorit Anda. Komunitas Anda akan lebih menyukai Anda apa adanya.

4. Tidak bertanggungjawab

Jika Anda telah memposting status, berbagi link atau apapun, pastikan Anda tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Sangat mudah untuk memposting sesuatu di wall, dan hanya duduk manis dibelakang layar komputer Anda, sambil membiarkan jejaring sosial yang melakukan pekerjaannya. Banyak teman Anda yang mengharapkan interaksi dua arah dengan Anda mengenai posting maupun link yang Anda share.

5. Tidak konsisten

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, Anda harus konsisten dengan posting yang sudah Anda share dengan teman-teman Anda. Jika ada yang berkomentar, balaslah dengan semestinya, beri apresiasi terhadap perhatiannya. Semakin Anda mengapresiasi setiap komentar yang ada, dan memancingnya untuk masuk ke topik yang lebih luas, semakin menyenangkan interaksi yang akan terjadi diantara kalian. Dan pada akhirnya, semakin besar respek yang akan Anda terima dari teman-teman Anda.

6. Menutup koneksi

Beri kesempatan kepada teman-teman Anda untuk bisa berinteraksi pada beberapa jejaring sosial sekaligus. Jangan hanya terpaku pada satu jejaring sosial saja. Karena ada kalanya beberapa diantara teman Anda lebih menyukai untuk menggunakan satu situs jejaring sosial tertentu dibanding yang lain. Dan Anda sebaiknya mempermudah akses mereka untuk dapat bersosialisasi dengan Anda dari berbagai arah.

7. Berorientasi pada kuantitas

Interaksi sosial bukanlah tentang kuantitas, akan tetapi juga kualitasnya. Jika Anda memberikan posting atau berbagi link dengan teman di wall Anda, janganlan Anda terpaku pada banyaknya “like”, atau komentar yang akan Anda terima. Walaupun mungkin Anda terinspirasi dengan 50 juta like sehari yang ada di Facebook. Akan tetapi kualitas interaksi yang akan timbul itulah yang sebaiknya Anda harapkan. Karena dengan begitu, fungsi sosial media sebagai media berinteraksi baru dapat terpenuhi dengan sebenar-benarnya.

Apakah Anda pernah melakukan salah satu atau bahkan beberapa dari 7 “dosa” diatas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda