Scroll to Top

Tidak Punya Akun Facebook Mahasiswa Ditangkap

By Ditya / Published on Monday, 01 Oct 2012

Facebook jail

Gara-gara tak miliki akun Facebook dan akun jejaring sosial lain seperti Twitter, seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi ternama ditangkap oleh pihak kepolisian dengan tuduhan tindakan sosial menyimpang.

Mahasiswa jurusan Teknik Informatika yang diamankan polisi ini bernama Basworo Susilo saat ini tengah menjalani pemeriksaan psikologis dan kemungkinan besar harus menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit jiwa terkait tindakannya yang dinilai menyimpang dan bisa disebut sebagai psikopat.

Tindakan menyimpang yang dilakukan pemuda berusia 22 tahu tersebut ternyata telah lama diketahui oleh tetangga, dosen dan teman-teman kuliahnya sejak beberapat tahun terakhir ini. Menurut laporan, Basworo Susilo siering melakukan “tindakan yang tidak normal” atau “tindakan yang menyimpang”.

Basworo juga diketahui menggunakan ponsel secara tidak wajar, dia sering mengirimkan SMS dan telepon menggunakan ponselnya. Tak seperti kebanyakan pengguna ponsel normal, Basworo tak pernah menggunakan aplikasi pada ponsel, bahakan ia tak pernah menggunakan ponselnya untuk chatting, sosial media dan juga memutar musik.

“Saya hanya menggunakan ponsel ini untuk mengirim SMS dan telepon saja,” jawab Basworo ketika ditanya mengenai perilaku menyimpang dalam menggunakan ponsel.

Tak hanya itu, perilaku yang paling menyimpang dari Basworo Susilo adalah Basworo sama sekali tidak memiliki akun sosial media seperti Facebook, Twitter dan aplikasi instant messaging seperti WhatsApp atau BBM.

Basworo tak pernah mau untuk mendaftarkan diri di situs jejaring sosial Facebook atau Twitter dan melakukan update status setiap saat layaknya orang normal. Perilaku Basworo yang tak mau mendaftar di jejaring sosial ini dinilai sangat menyimpang dan membuatnya tak banyak memiliki teman.

Basworo pun tak pernah melakukan kegiatan yang normal seperti tawuran apalagi pengrusakan fasilitas umum. Basworo juga tidak pernah ugal-ugalan dengan motor bebek 1000cc milik ayahnya, ia lebih suka menggunakan sepeda.

Tak hanya penggunaan ponsel saja yang menyimpang, bahkan Basworo tak mau menggunakan komputer tablet layaknya orang normal, ia lebih suka menggunakan komputer desktop. Komputernya pun hanya digunakan untuk mengetik tugas kuliah dan bermain Solitaire.

“Saya hanya pakai komputer untuk mengerjakan tugas kuliah. Saya juga bermain game di komputer, game yang sering saya mainkan adalah Solitare, Minesweeper atau Pinball,” kata Basworo.

Polisi telah mengorek keterangan orang tua korban dan orang tuanya mengakui bahwa Basworo memiliki perilaku aneh dan menyimpang. Nani, ibu Basworo mengatakan pada polisi bahwa isi komputer Basworo hanya tugas kuliah dan modul materi kuliah saja, dan tidak ditemukan sama sekali foto porno dan film porno, hal ini yang membuat Nani semakin khawatir.

“Nilai kuliah Basworo A semua, berbeda dengan mahasiswa normal lain yang biasanya cukup puas C atau D. Basworo juga tak pernah absen kuliah meski hari libur dan yang membuat saya makin khawatir adalah di komputer anak saya sama sekali tak ada foto atau film porno, ini sangat tidak normal dan menyimpang,” kata Nani, ibu Basworo sambil menangis.

Ayah Basworo sendiri telah berjuang mengubah perilaku anaknya agar kembali normal dengan menyediakan koneksi internet 1GBps dari Google Fiber agar anaknya dapat men-download film porno dengan cepat dari internet, ia juga telah memasang hardisk berukuran 4TB untuk menyimpan fim-film porno, namun Basworo tak pernah mau melakukanya.

Pakar psikologi ternama, Ronald Gedebus, mengatakan bahwa perilaku menyimpang yang dilakukan oleh Basworo Susilo ini adalah ancaman bagi budaya alay di masyarakat jika ini dibiarkan.

“Pasien seperti Basworo ini sangat berbahaya bagi budaya alay dan sosial media yang ada di masyarakat. Basworo tak melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh masyarakat. Ia menyimpang dan ia akan menjadi psikopat,” kata Ronald Gedebus, menanggapi kasus Basworo.

Akhirnya Basworo Susilo pun dibuang ke sebuah pulau tak berpenghuni selama 20 tahun agar dia merenungi tindakannya yang dinilai menyimpang.

Sayangnya, berita diatas hanyalah fiktif belaka, tokoh dan nama yang tercantum diatas adalah fiktif. Artikel ini hanyalah sedikit lelucon mengenai berkembangnya budaya sosial media seperti Facebook dan Twitter serta budaya alay dikalangan remaja.

Artikel ini juga mambawa lelucon mengenai tren geng motor yang terlihat garang meski hanya menggunakan motor bebek dan juga kasus tawuran yang saat ini ramai dibicarakan.

(via Sastrality)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda