Share

Sexophone TransTV

Trans TV kembali mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) lewat acara bertema seks bertajuk ‘Sexophone‘. Rupanya episode Sexophone tanggal 8 September lalu dianggap terlalu vulgar dan tidak pantas.

Pada episode tersebut, Sexophone membahas tentang masalah seks threesome. Narasumber yang memiliki pengalaman dalam seks tersebut lantas menjelaskan dengan cukup detail tentang bagaimana melakukan threesome. Hal inilah yang kemudian membuat KPI melayangkan surat teguran pada Trans TV.

“Adegan yang menampilkan percakapan tentang rangkaian aktivitas seks dan perilaku seks yang tidak sesuai dengan kepatutan yang berlaku di masyarakat. Pelanggaran ini terjadi saat salah satu narasumber perempuan yang suaranya disamarkan bercerita bagaimana ia melakukan aktivitas seks threesome.”

“Selain itu, ditampilkan eksploitasi tubuh bagian dada dan paha secara close up. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas pelarangan adegan seksual serta norma kesopanan dan kesusilaan.”

Program yang dipandu oleh Chantall Della Concetta dan psikolog Zoya Amirin tersebut memang tergolong acara dewasa. Namun Hardiansyah Lubis selaku pihak Trans TV menegaskan bahwa Sexophone selalu melalui tahap sensor. Namun menanggapi teguran KPI, Trans TV akan kembali memperbaiki kualitas program-program acaranya.

“Sebenarnya program itu kita di internal sudah sempat discuss, karena ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Yang sekarang sudah dikeluarkan itu sudah dilakukan perbaikan,” ujar Hardiansyah Lubis seperti dilansir Okezone. “Sebenarnya tanpa harus menunggu (ditegur), kita sudah melakukaan sensor internal dan tetap diperbaiki.”