Scroll to Top

Punya Pasangan Berparas Cantik Belum Tentu Membahagiakan

By Ilham Choirul / Published on Monday, 01 Oct 2012

pasangan

Meski kebanyakan pria sangat mendambakan pasangan berparas cantik, namun tidak selamanya berhubungan dengan wanita cantik itu membahagiakan. Kecantikan bahkan bisa jadi membawa malapetaka dalam kehidupan sosial akibat ketidakmampuan wanita tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungan. Demikian menurut Dr Shauna Springer, psikolog di Amerika Serikat sekaligus peneliti hubungan dan gaya hidup, seperti dikutip Times of India.

Springer, penulis buku “Marriage, for Equals: The Successful Joint (Ad)Ventures of Well-Educated Couples”, mencontohkan kehidupan para artis papan atas Hollywood kerap punya hubungan yang gagal. Kaumnya cukup dikenal memiliki wanita berwajah cantik, namun sering diberitakan miring. Misalnya, mereka mangalami perceraian dan terlibat perselingkuhan. Dari situ bisa terlihat, kecantikan bukanlah patokan kebahagiaan dalam hubungan dan bahkan bisa menjadi awal bencana.

Kelebihan wanita cantik adalah mampu menarik simpati para pria dengan mudah. Namun, mereka juga dengan mudahnya memiliki niat “busuk” untuk mempermainkan pria dan hubungan yang sudah dijalin. Salah satu bentuk niat jahat wanita cantik dalam suatu hubungan yaitu hanya mencari tujuan lain di balik tindakan cinta yang palsu. Misalnya adalah lebih mementingkan mengeruk harta pasangannya dan “cintanya” sebatas pada besaran harta yang diterima.

Wanita cantik juga kerap diasosiasikan sebagai makhluk yang sombong. Dia seperti lebih punya kuasa dan cenderung manja. Ketika keinginannya tidak mampu diwujudkan, dia menghalalkan segala cara demi meraihnya.

“Mereka dengan sifat-sifat karakter dan perilakunya mungkin dapat menginspirasi ketertarikan di mata pasangannya. Namun untuk merefleksikan cinta dan hormat (pada pasangannya) jauh lebih sulit. Di lain sisi, mereka (wanita cantik) mungkin berkeinginan untuk memiliki hubungan kasih dengan pasangannya. Tapi mereka tidak memiliki pondasi karakter yang baik untuk mencapai hal tersebut,” kata Springer.

Lanjut Springer, wanita cantik kerap dihinggapi pertanyaan apakah orang-orang yang mendatanginya benar-benar sebagai pasangan atau sahabat sejati, ataukah mereka berpura-pura mendekati hanya untuk tujuan buruk. Sehingga, kadang wanita cantik punya prasangka buruk pada lingkungannya.

Tetapi, berbagai kekurangan ini tidak mutlak terjadi pada setiap wanita cantik. Mereka yang memiliki landasan karakter terpuji, bisa membantah asumsi buruk yang beredar di masyarakat tentang hal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda