Scroll to Top

Timnas Indonesia Adalah Tugas Negara, Menpora: Jangan Dihalangi!

By Aditya / Published on Thursday, 04 Oct 2012

Andi Mallarangeng

Membela Timnas Indonesia adalah tugas negara, oleh karena itu, jangan ada pihak-pihak yang justru menghalang-halangi niat pemain untuk memperkuat tim Merah-Putih. Hal itu diserukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Andi Mallarangeng, belum lama ini.

Pernyataan Menpora tersebut terkait dengan masih berpolemiknya persoalan Timnas Indonesia hingga saat ini. Kendati sudah menjadi salah satu keputusan yang dihasilkan dalam rapat kedua Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan beberapa waktu lalu, namun masalah pengelolaan timnas belum juga selesai.

Ada perbedaan pendapat antara PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti mengenai pengelolaan Timnas Indonesia. Kubu KPSI tetap ngotot bahwa yang berhak mengelola timnas adalah Joint Committee, bukan PSSI.

Akibatnya, KPSI yang didukung klub-klub dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) mengancam tidak akan memberi izin pemainnya ke Timnas Indonesia apabila masih dikelola oleh PSSI. Terlebih lagi, saat ini KPSI juga telah membentuk timnas tandingan di bawah asuhan pelatih Alfred Riedl.

Mengenai polemik ini, Andi Mallarangeng menghimbau kepada semua pihak agar tidak menghalang-halangi keinginan pemain untuk membela Timnas Indonesia karena itu adalah tugas negara.

“Panggilan ke timnas pada dasarnya tugas negara. Jadi, jangan sampai ada pihak-pihak yang menghalangi,” himbau Andi Mallarangeng.

Perkembangan selanjutnya lebih menarik lagi. Pasalnya, Timnas Indonesia bentukan KPSI telah melayangkan tantangan kepada Timnas Indonesia milik PSSI asuhan Nil Maizar untuk membuktikan timnas mana yang berhak mewakili Indonesia di ajang AFF Cup 2012 yang segera digelar pada akhir November nanti di Malaysia dan Thailand.

Pada prinsipnya, Andi Mallarangeng menyambut baik hasil rapat kedua Joint Committee. Selain itu, AFC juga telah memberi mandat kepada PSSI untuk mengelola Timnas Indonesia, sedangkan Joint Committee bertugas untuk mengawal proses harmonisasi antara kedua kubu.

“Ada perkembangan yang menggembirakan. Timnas satu di bawah PSSI, tetapi ada kata-kata harmonisasi. Bagaimanapun proses harmonisasi itu baik. Saya berharap PSSI-KPSI untuk menjalankan secara konsisten,” pungkas Andi Mallarangeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda