Scroll to Top

Wanita Karir Sisihkan 18 Persen Gaji untuk Busana Baru

By Ilham Choirul / Published on Friday, 05 Oct 2012

wanita karir

Urusan kantor ternyata membuat ribet para wanita karir. Beda dengan pria yang cenderung cuek terhadap penampilan, wanita justru sering dipusingkan dalam berbusana termasuk ke kantor. Wanita menganggap busana kantor pun mesti menarik. Salah satu cara mendapat perhatian di tempat kerja bagi mereka adalah busana yang selalu up-to-date. Dan, menurut sebuah studi dari  Brother UK, 18 persen gaji dari para wanita karir itu dihabiskan hanya untuk membeli baju kerja baru setiap bulannya.

Tidak asal-asalan juga wanita tersebut memilih pakaian. Mereka pilah-pilih label yang punya gengsi paling baik kala dikenakan sebagai busana kerja. Sekitar 60 persen dari reponden meyakini dengan selalu tampil memakai baju baru bisa membantu dalam perjalanan karir mereka. Dan, ada satu dari empat wanita sengaja membeli baju baru untuk bersaing dengan para rekan kerja mereka.

Walhasil, situasi yang terus terjadi setiap bulan ini membuat wanita karir menjadi stres. Sepertiga mereka mengatakan berada dalam tekanan, karena harus selalu tampil dengan cara berbusana yang baru. Belum lagi ditambah persaingan antara rekan kerja, membuat mereka tambah tertekan. Dari survey itu turut diketahui bahwa pakaian yang dikenakan saat bekerja, acapkali menjadi dasar dalam menilai sosok seorang wanita di antara rekan-rekan kerja wanita dalam satu kantor. Lebih dari setengah responden mengakui melakukan penilaian kepada rekan kerja wanitanya seperti itu.

“Apakah kita sadari atau tidak, kita salah secara sadar melabeli orang berdasarkan apa yang mereka kenakan,” ujar  Joanna Williams, Head of Brother UK Marketing and Communication, seperti dikutip Times of India dari Daily Mail.

Dan, ternyata, meski situasi ekonomi memburuk, wanita tetap saja kukuh dengan penilaiannya soal busana kerja. Mereka malu jika terlalu lama mengenakan busana kerja yang itu-itu saja. Menurut Rahmat Woodwart, fashion stylist di Brother UK, meski mereka dalam kondisi keuangan pas-pasan, tuntutan busana kerja untuk berkarir tetap dijadikan prioritas oleh sebagian wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda