Scroll to Top

Liverpool vs Stoke: Curahan Hati Seorang Charlie Adam

By Wan Faizal / Published on Sunday, 07 Oct 2012

Charlie Adam

Digadang-gadang bakal bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Xabi Alonso, Liverpool sampai rela merogoh kocek untuk membeli seorang Charlie Adam yang kala itu bersinar bersama Blackpool. Namun, karier pemain Skotlandia itu tak bertahan lama di Anfield dan bahkan harus terbuang ke Stoke City, klub yang nanti akan bertandang ke Anfield guna menantang tuan rumah Liverpool.

Kedatangan Brendan Rodgers di kursi manajer Liverpool awalnya sempat menumbuhkan harapan Adam setelah melalui musim yang buruk bersama The Reds. Namun apa daya, harapan hanyalah tinggal harapan.

Rodgers dengan tegas mengatakan bahwa ia tak butuh tenaga Adam lagi. Adam “dijanjikan” lebih banyak berperan sebagai penonton daripada bermain oleh Rodgers. Fakta itu membuat Adam dengan berat hati meninggalkan Liverpool dan berlabuh ke Stoke.

Charlie Adam - Stoke

“Saya bisa saja bertahan disana dan bermain di beberapa pertandingan di liga dan Europa League jika saya ‘beruntung’. Tapi saya tak ingin dianggap makan gaji buta. Saya berpikir mungkin saya akan mendapat banyak respek jika memilih untuk pergi,” buka Adam.

“Sangat sulit meninggalkan Liverpool, tapi saya ingin bermain. Disana saya hanya mendapati diri saya berada di bangku cadangan karena manajer membawa Joe (Allen). Selain itu, Lucas kembali dari cedera dan Jonjo (Shelvey) bermain sangat baik. Serta tak mungkin ia meminggirkan seorang Stevie (Gerrard). Saya menghargai keputusan manajer.”

Meski merasa sakit hati, Adam mengaku cukup tersanjung atas kesempatan yang ia dapat selama berada di Anfield serta berterima kasih pada Kenny Dalglish, manajer yang membawanya dari Blackpool dengan harga 6,75 juta pounds.

“Kenny Dalglish adalah pemain hebat yang pernah dimiliki Liverpool dan Skotlandia. Diminati oleh seseorang sepertinya adalah sebuah kehormatan. Semua terasa sulit bagi saya ketika ia diberhentikan klub.”

Charlie Adam - Liverpool

Lebih lanjut, jelang reuninya dengan rekan-rekannya di Liverpool, Adam mengaku sama sekali tak membenci klub itu. Ia merasa kariernya berkembang dengan lebih baik selama berada disana. Apalagi sejak menjadi bagian dari skuad Liverpool, nama Adam semakin akrab di Timnas Skotlandia.

“Saya masih berusia 26 tahun dan masih ingin bermain bagi Skotlandia. Jika saya tak pernah bermain bersama Liverpool, mungkin saya juga tak akan pernah bermain untuk Skotlandia.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda