Scroll to Top

Arema Indonesia & Pelita Jaya Kerjasama? Tak Masuk Akal!

By Aditya / Published on Monday, 08 Oct 2012

Kerjasama yang terjalin antara Arema Indonesia (Arema ISL) dengan Pelita Jaya dinilai tak masuk akal dan melanggar etika. Ya, dua tim mapan di kompetisi Indonesia Super League (ISL) itu memang telah bergabung menjadi satu, namun bukan merger, melainkan hanya sebatas ”kerjasama”. Hubungan ”kerjasama” ini dikecam keras oleh Andi Darussalam Tabusalla yang merupakan salah seorang tokoh berpengaruh di lingkungan Arema.

Menurut Andi Darussalam Tabusalla, ”kerjasama” antara Arema ISL dan Pelita Jaya adalah hal yang di luar nalar dan tak beretika karena kedua tim berkiprah di kompetisi dan level yang sama.

“Tidak masuk akal kalau Arema dan Pelita hanya kerjasama kemudian melakukan latihan bersama. Kerjasama itu melanggar etika karena dua tim adalah rival di kompetisi yang sama,” tukas Andi Darussalam Tabusalla belum lama ini.

”Coba cari di liga internasional, adakah yang melakukan kerjasama seperti itu?!” sergahnya melanjutkan.

Andi Darussalam Tabusalla yang pernah menjabat sebagai Ketua Badan Liga Indonesia (BLI) pada masa PSSI rezim Nurdin Halid pun menyesalkan mengapa pihak Arema ISL dan Pelita Jaya tidak berterus-terang saja bahwa mereka telah melakukan merger, bukan lantas ditutup-tutupi dengan dalih ”kerjasama”.

Apa yang dilontarkan Andi Darussalam Tabusalla memang mendekati benar. Pasalnya, hingga saat ini, dari pihak kedua klub belum membeberkan secara terbuka mengenai status penggabungan Arema ISL dan Pelita Jaya.

Andi Darussalam Tabusalla pun memperkirakan kedua klub akan segera melakukan merger. Ia mengendus ada rencana besar yang telah dirancang. Andi Darussalam Tabusalla tidak mempermasalahkan rencana itu, hanya saja, ia meminta kepada kedua tim untuk lebih jujur.

“Kalau saya memprediksi, nantinya Arema dan Pelita akan terjadi merger. Tidak mungkin persiapan sebuah tim dilakukan bersama-sama dengan satu pelatih. Tentunya ada rencana yang lebih besar ke depannya, dibanding hanya sebatas kerjasama pra musim. Tapi ya itu tadi, jujur jauh lebih baik,” tandas Andi Darussalam Tabusalla.

“Ini sepakbola profesional dan modern. Tidak zamannya lagi menutup-nutupi seperti itu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda