Scroll to Top

9 Mitos yang Perlu Diluruskan Soal Seks

By Ilham Choirul / Published on Monday, 08 Oct 2012

pasangan

Seks adalah bahasan yang penuh misteri. Pengalaman asik yang dialami oleh seseorang, belum tentu cocok diterapkan oleh pasangan lainnya kala bercinta. Lalu, keluarlah banyak asumsi ini-itu tentang hubungan badan ini. Dari banyaknya asumsi, sebagiannya ternyata hanya mitos dan perlu diperbaiki cara pandang. Untuk memahami mitos yang selama ini beredar, inilah 9 mitos yang salah tentang seks:

  1. Mitos: Makin besar ukuran penis, semakin memuaskan pasangan wanita. Mitos ini salah. Pasalnya, wanita bisa sangat terangsang dengan bermodalkan ukuran penis minimal empat centimeter. Di kedalaman tersebut terdapat saraf sensorik yang dapat memicu gairah wanita. Penis yang panjang bisa jadi membuat wanita kesakitan di area intimnya. Tidak perlu risau jika Anda pemilik penis berukuran standar.
  2. Mitos: Perlu mengonsumsi makanan yang bersifat aprodisiak agar gairah terdongkrak. Beberapa makanan memang diduga memberikan efek  peningkatan libido. Namun kebanyakan sifatnya hanya plasebo atau sugestif. Peningkatan libido yang utama tidak ditentukan dari makanan.
  3. Mitos: Pria lebih banyak berpikir soal seks dibanding wanita. Sebenarnya pria dan  wanita berusia 18 tahun sudah berkembang hormon seksnya. Dorongan dalam kematangan seksual sudah dimulai dari sini. Jadi tidak benar jika pria saja yang lebih merasakan keinginan seksual, meskipun pria bisa lebih berterus terang dibanding wanita.
  4. Mitos: Wanita tidak suka pornografi. Meski tidak semua wanita menyukai hal yang berbau mesum, tapi sebagian wanita juga mengonsumsi pornografi. Hanya saja, jika menjadikan pornografi sebagai panduan untuk bercinta maka hal tersebut salah. Adegan dalam konten porno sebenarnya hanya rekayasa untuk mempengaruhi fantasi pemirsanya. Lebih berkesan jika bercinta tidak mengandalkan pornografi.
  5. Mitos:Coitus interuptus tidak membuat wanita hamil. Selama proses penetrasi berlangsung, dimungkinkan pria mengeluarkan cairan pre-ejakulasi yang sebenarnya sudah mengandung sperma. Sekali pun pria menyabut penisnya dari vagina sesaat sebelum ejakulasi, kehamilan  masih mungkin terjadi.
  6. Mitos: Seks yang dilakukan saat haid tidak membuat hamil. Anggapan ini salah total. Sperma yang masuk ke rahim dapat hidup hingga beberapa hari. Jika selama di rahim ternyata sel telur sudah matang, maka pembuhan dapat terjadi dan kehamilan tidak terelakkan.
  7. Mitos: Orgasme pada wanita ditandai dengan gerakan yang menghentak. Ini hanya mitos. Sebagian besar wanita justru tidak paham jika dirinya orgasme meskipun dia sudah merasakan rasa nyaman luar biasa dari hubungannya. Ciri orgasme yang bisa dilihat adalah wanita merasa sangat rileks setelah dirinya puas.
  8. Mitos: Tiap wanita punya G-spot untuk rangsangan lebih hebat. Memang tiap wanita punya G-spot. Namun, tidak semua wanita merasakan rangsangan hebat dari tempat tersebut. Tiap wanita punya titik rangsang dominan tersendiri. Dan, tugas pria untuk menemukan titik erotis itu.
  9. Mitos: Jika wanita tidak mendesah berarti tidak menikmati seks. Ini anggapan salah. Ada wanita yang mengekspresikan kenikmatan dengan suara, tapi ada juga yang mengekspresikan dengan cara lain. Mitos ini tidak bisa dijadikan patokan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda