Scroll to Top

PSSI Akan Perkarakan KPSI dan Melapor ke FIFA

By Aditya / Published on Tuesday, 09 Oct 2012

Djohar Arifin La Nyalla

Drama antara PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti masih berlanjut. Untuk kesekian kalinya, PSSI berniat melaporkan KPSI ke FIFA dan AFC, dan bahkan bakal menyeret mereka ke meja hijau terkait beberapa pelanggaran yang ditudingkan PSSI kepada kubu KPSI.

PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin berang karena KPSI menggunakan logo PSSI dalam kop surat yang dibuat oleh La Nyalla Mattalitti dan kawan-kawan. Menurut Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, perbuatan itu adalah pelanggaran berat dan oleh karenanya, pihak PSSI pun akan menindaklanjutinya dengan seksama.

“Ini salah satu pelanggaran serius. Kami akan perlakukan ini dengan serius!” tandas Halim Mahfudz di Jakarta, Senin (8/10/2012).

Halim Mahfudz geram karena KPSI menggunakan logo PSSI dalam surat undangan menggelar kongres yang dijadwalkan pada 10 November 2012 mendatang. Yang mengherankan lagi, lanjut Halim Mahfudz, KPSI juga menyertakan logo FIFA, AFC, dan logo KPSI sendiri.

“Yang membingungkan, surat ini juga menggunakan logo FIFA, AFC. dan PSSI, juga terdapat logo organisasi yang ilegal,” papar Halim Mahfudz.

Menurut Halim Mahfudz, tindakan itu sudah bisa dibawa ke jalur hukum. Oleh karena itu, PSSI akan menyeret La Nyalla Mattalitti dan kawan-kawan ke meja hijau dan akan melaporkan hal ini kepada pihak-pihak yang berwenang seperti FIFA, AFC, Kemenpora, BOPI, KONI, anggota PSSI di daerah, KOI, dan Pengprov.

Halim Mahfudz berharap, pihak-pihak berwenang, terutama FIFA dan AFC, segera mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang telah dilakukan oleh pihak KPSI. Selain itu, proses hukum pun sudah mulai dilakukan.

“Tujuan kita jelas agar mereka mendapatkan informasi terhadap situasi di Indonesia. Kita minta AFC dan FIFA untuk melakukan tindakan!” pinta Halim Mahfudz.

“Tim hukum kami sedang bekerja. Kemungkinan besar persoalan ini akan kami bawa ke ranah hukum juga!” pungkasnya menegaskan.

Dengan adanya kasus ini, maka arah menuju rekonsiliasi dan perbaikan sepakbola Indonesia kemungkinan besar akan semakin sulit diwujudkan. Meskipun sudah ada hasil rapa kedua Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi, namun masing-masing kubu tampaknya masih enggan untuk berdamai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda