Scroll to Top

BPOM Temukan 83 Situs Penjaja Obat Ilegal dan Palsu di Indonesia

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 09 Oct 2012

operasi pangea

Jangan langsung percaya dengan penawaran obat via online yang menjanjikan efek dengan obat dengan instan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan adanya obat ilegal yang dijual secara online melalui 83 situs penjualan obat. Dalam rilis pers BPOM kemarin (8/10), jumlah situs penjaja obat ilegal yang ditemukan kali ini jumlahnya melebihi temuan tahun lalu yang sejumlah 30 situs.

Obat ilegal yang dimaksud terbagi menjadi beberapa kategori. Di antaranya yaitu  obat disfungsi ereksi, penurun berat badan, hingga peningkat libido untuk wanita. Obat ilegal yang disita BPOM untuk Operasi Pangea V 2012 terdiri dari 40 item obat disfungsi ereksi, 3 item obat peningkat libido wanita, 4 item anastesi lokal, 8 item penurun berat badan tradisional, 2 item suplemen makanan ilegal, dan 9 item kategori lain-lain. Perkiraan nilai obat ilegal yang disita itu kurang lebih 150 juta.

Satiap tahun Operasi Pangea dilakukan di banyak negara. Operasi ini adalah kegiatan untuk memantau penjualan obat ilegal dan palsu yang diperdagangkan secara online. Indonesia sudah dua kali ikut operasi yang dikoordinasi International Criminal Police Organization (ICPO)-Interpol. Di Indonesia, Operasi Pangea melibatkan Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, Kementrian Komunikasi dan Informatika, dan Dirjen Bea Cukai. Dan, Operasi Pangea V 2012 telah dilakukan dari 25 Septeber – 2 Oktober 2012. BPOM sendiri melakukan operasi dalam kerangkan Satgas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal.

“Tren temuan Operasi Pangea V di Indonesia ini hampir sama dengan tren temuan Operasi Pangea IV tahun 2011 yaitu obat disfungsi ereksi, diikuti jenis obat penurun berat badan, dan perangsang libido wanita,” kata Lucky S. Slamet, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), seperti diberitakan Antara.

Bahaya dari obat ilegal maupun palsu adalah efek samping yang belum dapat dipastikan. Dalam jangka panjang juga belum bisa diuji efeknya bagi tubuh. Lucky mengatakan, menurut kajian dari BPOM terhadap produk pelangsing, ternyata didapati bahan kimia yang dilarang. Jika dimakan, efek samping yang muncul adalah jantung berdebar, gangguan ginjal, kejang, insomnia, dan sebagainya.

Selanjutnya, Satgas akan menelusuri praktik perdagangan obat ilegal dan palsu yang kini juga marak di jejaring sosial. Pekerjaan rumah yang tidak kalah pentingnya adalah menemukan pabrik pembuat obat, apakah di dalam negeri atau barang luar negeri.

“Tapi dari pengalaman sebelumnya, asalnya dari luar negeri. Misalnya cina,” kata Lucky, seperti dikutip Gatra.

foto: Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda