Scroll to Top

Perceraian Bisa Terjadi Karena Pembagian Tugas Rumah Tangga

By Ilham Choirul / Published on Tuesday, 09 Oct 2012

marah

Pekerjaan rumah tangga bisa menjadi sebuah pasangan memutuskan untuk bercerai. Sebuah studi yang dilakukan di Norwegia mengatakan, terjadi peningkatan angka perceraian di kalangan pasangan “modern” ketika mereka berbagi tugas saat mengerjakan urusan rumah tangga. Namun, ketika pekerjaan rumah lebih dominan dilakukan oleh sang istri, kemungkinan pasangan bercerai menjadi lebih rendah.

“Apa yang kami temukan adalah berbagi tanggung jawab yang sama untuk pekerjaan di rumah, tidak selalu berkontribusi untuk kepuasan (dalam rumah tangga),” kata Thomas Hansen, asisten penulis studi, seperti dikutip Times of India dari Daily Mail.

Dalam penelitian ini juga dikatakan, perceraian meningkat separuhnya saat pasangan saling berbagi tugas dalam komposisi yang sama. Bila wanita mendapatkan porsi lebih banyak dari pria dalam menangani pekerjaan rumah tangga, angka perceraian masih bisa ditekan.

Menurut Hansen, persoalan perceraian karena pekerjaan rumah tangga ini dipicu oleh cara pandang pasangan dalam kehidupan modern ini. Seringkali pada pasangan yang sama-sama bekerja di luar, pekerjaan rumah tangga menjadi terbengkalai. Asumsi sebelumnya adalah pria sebagai penanggung jawab urusan pendapatan keluarga dan wanita bertanggung jawab lebih besar untuk urusan tugas rumah. Tapi sekarang, banyak pasangan pria maupun wanita sama-sama memikul pekerjaan mencari pendapatan dan kurang mampu mengontrol pekerjaan rumahan.

Salah satu efek ketika pasangan wanita juga turut bekerja di luar adalah mereka menjadi tidak terlalu bergantung pada pasangan prianya. Wanita modern yang punya pendidikan tinggi dan gaji besar, merasa tidak terlalu terbebani hidupnya ketika percekcokan rumah tangga terjadi dan terpaksa bercerai. Dan, urusan pekerjaan rumah ini bisa menjadi pemicu percekcokan yang besar.

Hansen mengingatkan berdasarkan studi ini, bahwa sebenarnya urusan pembagian pekerjaan rumah ini bisa diatasi ketika wanita merasa senang mengerjakan sebagian besar tugas kerumahtanggan. Menjadi pasangan modern bukan berarti harus menanggalkan sisi positif wanita yang memang diakui lebih cekatan menangani tugas-tugas di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda