Scroll to Top

Twitter Membeli Jejaring Sosial Bagcheck Untuk Tenaga Ahlinya

By Aisyah Indarsari / Published on Wednesday, 10 Aug 2011

Jika pesaingnya – Facebook – baru saja melakukan akuisisi sebuah penerbit e-book bernama Push Pop Press, seakan tidak mau kalah, Twitter juga melakukan investasi penting dengan membeli jejaring sosial Bagcheck.

Bagcheck, situs jejaring sosial yang baru berdiri 7 bulan yang lalu, merupakan jejaring sosial yang memfasilitasi penggunanya untuk membuat suatu koleksi berisi produk, aplikasi dan item yang mereka sukai untuk kemudian diletakkan pada sebuah “bag/tas”.

Seperti yang disampaikan oleh perwakilan Twitter kepada Mashable, “Kami mengakuisisi Bagcheck, dan Sam Pullara, co-founder (jejaring sosial ini) sekaligus CTO nya, akan bergabung dengan kami hari ini”. Demikian yang kami kutip dari Awdp.

Tampaknya motivasi utama Twitter untuk membeli Bagcheck lebih untuk mendapatkan talenta engineer nya. Karena meskipun diakuisisi oleh Twitter, situs Bagcheck mengklaim akan tetap beroperasi sebagaimana mestinya, hingga Twitter mengatakan untuk berhenti.

“Sam Pullara adalah seseorang dengan talenta langka, memiliki apresiasi yang dalam untuk menghubungkan orang-orang sesuai minat mereka”, lebih lanjut yang dikatakan perwakilan Twitter. “Ia adalah seorang ahli pengatur strategi, ahli teknologi dan entrepreneur yang tidak hanya memimpin tim besar di Yahoo dan Borland, tetapi juga mendirikan sebuah perusahaan dan menghabiskan waktu untuk mengarahkan para startup muda sebagai Entrepreneur in Residence pada Accel Venture Partners and Benchmark Capital”, lanjutnya.

Salah satu kelebihan dari Bagcheck adalah kemampuannya untuk mengeluarkan sejumlah elemen user interface secara real time. Elemen-elemen ini antara lain adalah pemberitahuan secara real time dan tampilan saat itu juga siapa-siapa yang sedang melihat “bag” Anda. Mungkin hal-hal itulah yang membuat Twitter tertarik dengannya.

Walaupun situs jejaring sosial ini masih tetap berjalan, akan tetapi Sam melalui situs Bagchecknya mengeluarkan pemberitahuan kepada anggotanya tentang kondisi terbaru ini. Dan seakan menenangkan penggunanya, ia menjamin saat ini tidak akan ada perubahan drastis pada platform ini. Akan tetapi jika saatnya nanti Twitter memintanya untuk berhenti beroperasi, Sam dan tim nya sudah mempersiapkan fitur agar seluruh data-data penggunanya bisa di download untuk mereka manfaatkan kembali.

Bagaimanapun juga, masih terlalu dini untuk menebak-nebak perubahan signifikan apa yang akan terjadi pada Twitter dengan membeli jejaring sosial ini. Kalau menurut Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda