Scroll to Top

PSSI Tuding KPSI & KONI Rencanakan Konspirasi Jahat!

By Aditya / Published on Thursday, 11 Oct 2012

Djohar Arifin Husin

PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin menuding ada konspirasi jahat yang sedang dibuat oleh KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti dan KONI dengan tujuan agar Indonesia mendapat sanksi dari FIFA akibat polemik yang tak kunjung usai. Menurut Ketua Umum PSSI itu, apa yang dilakukan KONI dengan mencampuri urusan sepakbola adalah tindakan tidak disukai oleh FIFA selaku badan sepakbola tertinggi di dunia.

“FIFA tidak suka intervensi (negara terhadap federasi sepakbola). Ini membuat suatu konspirasi jahat agar indonesia mendapat hukuman dari FIFA!” tukas Djohar Arifin Husin di Jakarta belum lama ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI untuk kesekian kalinya tidak memenuhi undangan KONI untuk hadir dalam pertemuan yang digagas demi mencari solusi terhadap kisruh yang melanda persepakbolaan nasional, termasuk dalam persoalan pembentukan Timnas Indonesia.

Dalam forum tersebut, yang hadir hanyalah utusan dari KPSI. Meskipun tidak ada wakil PSSI yang hadir, namun pertemuan itu tetap dilaksanakan dan membahas beberapa permasalahan yang selama ini menjadi perdebatan di ranah sepakbola nasional.

Namun, upaya KONI yang ingin berperan sebagai mediator tersebut ditafsirkan lain oleh PSSI yang justru mencurigai adanya konspirasi jahat yang bertujuan agar Indonesia dihukum oleh FIFA.

PSSI Djohar Arifin Husin menilai KONI berpikiran ngawur karena ingin membentuk Timnas Indonesia yang akan diterjunkan ke ajang SEA Games 2013 di Myanmar di bawah naungan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

Keinginan KONI tersebut tak pelak membuat Djohar Arifin Husin meradang. Baginya, KONI telah merusak upaya-upaya perbaikan yang selama ini telah dilakukan, termasuk hasil rapat Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan di Markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20 September 2012 silam.

“Dengan adanya maksud KONI membentuk timnas artinya KONI sudah merobek-robek kesepakatan Joint Committee dengan tim task force (AFC) di Kuala Lumpur, 20 September yang lalu!” sergah Djohar Arifin Husin geram.

Masalah pengelolaan Timnas Indonesia, lanjut Djohar Arifin Husin, merupakan hak dan wewenang yang sepenuhnya dimiliki oleh PSSI, sesuai dengan himbauan AFC. KONI, KPSI, Joint Committee, atau pihak-pihak lainnya sama sekali tidak berhak mencampuri urusan timnas.

“Ini tidak menyelesaikan masalah karena jalan perdamaian yang sudah disepakati Joint Committee dan task force itu sudah jelas dan harus dilaksanakan oleh semua pihak,” tandas Djohar Arifin Husin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda