Scroll to Top

Cara Berkompromi dengan Keadaan Setelah Bercerai

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 11 Oct 2012

bercerai

Perceraian atau berpisah dengan pasangan seringkali menimbulkan luka mendalam. Tidak mudah bagi seseorang untuk bisa segera lepas dari peristiwa ini. Banyak memori indah dan pahit terlanjur menetap hati. Sehingga, melupakan sang mantan dan kenangan bersamanya tidak semudah membalik telapak tangan.

Namun, seseorang mesti bangkit dari hal ini. Berkompromi dengan perpisahan harus segera dilakukan karena jalan hidup ke depan masih panjang. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar bisa tetap tegar pasca-perpisahan yang dikutip dari QuickEasyFit.

  • Bila Anda salah satu orang yang sedang patah hati, maka sadarilah bahwa realita ini harus dihadapi. Menerima keadaan dengan ikhlas akan menurunkan rasa depresi yang dihadapi. Dengan begitu, Anda menjadi lebih dewasa dan lebih mampu menguasai diri.
  • Tidak perlu menahan diri untuk meluapkan emosi. Rasa sedih sudah pasti dialami. Bila ingin menangis, menangislah. Menangis dapat membuang racun yang menyesakkan pikiran. Anda bakal merasa lebih ringan setelah itu.
  • Untuk mengembalikan semangat, lakukan berbagai hal yang Anda sukai. Anda bisa berlibur, mengerjakan  hobi, berkebun, dan aneka aktivitas lain. Aktivitas membuat Anda tidak terjebak untuk menghukum diri atas perpisahan yang terjadi.
  • Ambil sisi positif dari perpisahan tersebut. Bisa jadi, perpisahan memang jalan terbaik yang harus diambil. Mungkin saat masih bersama, Anda kerap mendapatkan kekerasan fisik atau dia kerap selingkuh. Maka,perpisahan barangkali menjadi keputusan yang tepat daripada Anda terus tersiksa. Tersenyumlah dengan keputusan berpisah itu.
  • Perpisahan adalah saat yang tepat untuk lebih dekat dengan orang-orang tercinta, yaitu keluarga kandung dan teman-teman. Tanpa kekasih, Anda sebenarnya masih dilingkupi oleh orang-orang yang peduli. Mereka bisa menjadi tempat berbagi. Kalau perlu, kunjungi dan tinggal sementara waktu dengan orang tua agar mendapatkan nasihat yang positif dari mereka.
  • Menyembuhkan luka hati itu perlu waktu. Oleh karena itu, jalani hari Anda dengan semestinya. Biarkan saja kenangan masa lalu itu pergi dengan sendiri dan tidak perlu berpikir untuk “amnesia” dengan cepat. Seperti kata pepatah, “waktu akan menyembuhkan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda