Scroll to Top

Anak Bermain di Tempat Kotor Itu Baik

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 11 Oct 2012

bermain kotor

Kalau anak-anak bermain di tempat yang dianggap jorok sebaiknya tidak langsung melarangnya. Meskipun bermain lumpur, tanah, tau sesuatu yang kotor itu menjijikkan, sebenar ada sisi positif yang akan dirasakan oleh anak. Dikutip dari QuickEasyFit, ada beberapa alasan bermain di tempat jorok itu baik bagi anak:

  1. Sebuah studi mengatakan, kotoran yang dijadikan mainan oleh anak sebenarnya baik bagi tubuh. Tanah – misalnya – terkandung bakteri, virus, dan cacing yang dapat membantu sistem kekebalan tubuh anak untuk lebih kuat dalam merespon masuknya mereka ke dalam tubuh. Menurut Dr. Graham Rook, profesor di Pusat Klinis Mikrobiologi di University College London, makhluk tidak kasat mata tersebut jika masuk ke tubuh akan diukur tingkat toleransinya oleh sistem kekebalan tubuh manusia. Walhasil, tubuh menjadi lebih kuat dan tidak mudah sakit jika dihadapkan pada lingkungan yang dianggap kurang bersih.
  2. Bakteri yang ada dalam kotoran berpengaruh dalam merangsang otak untuk bekerja lebih baik.Studi dari Sage Colleges di Troy, New York, menyebutkan, bakteri Mycobacterium Vaccae dapat meningkatkan kemampuan belajar dan memperbaiki suasana hati. Bakteri ini bisa ditemukan dalam tanah secara alami. Bakteri tersebut membantu merangsang pertumbuhan neuron dan meningkatkan kadar serotinin dalam tubuh.
  3. Bakteri membantu mencegahan peradangan kulit.  Bakteri staphylococci membantu sistem kekebalan tubuh agar tidak terlalu aktif. Saat imunitas terlalu aktif maka bisa mennyebabkan ruam atau bengkak yang menyakitkan. Efek ini ditemukan pada sebuah studi di tahun 2009.
  4. Lingkungan yang terdapat mikroba lebih baik untuk melawan alergi dan asma dibanding tempat yang bebas kuman dan steril. Pada percobaan terhadap tikus yang dimasukkan mikroba, mereka punya jumlah sel-sel imun lebih rendah dalam kasus peradangan di usus dan paru-paru. Ini mengindikasikan adanya penurunan risiko tertular asma dan radang usus.
  5. Anak yang dicegah bermain di luar rumah bisa terkena Nature Deficit Disorder. Ini sebuah syndrom kurangnya sosialisasi yang dialami oleh anak-anak. Biasanya kebiasaan ini terjadi pada anak yang dimanjakan dengan video games, mainan, atau apa pun yang membuatnya enggan bermain di luar. Dan, ini berpengaruh pada mental, spiritual, serta fisiknya.

Meski anak-anak diizinkan bermain di luar, biasakan mereka untuk cuci tangan setelah bermain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda