Scroll to Top

PSSI Anggap KONI Lecehkan UU SKN & Statuta FIFA

By Agus Prasetyo / Published on Saturday, 13 Oct 2012

Djohar Arifin

PSSI melalui Direktur Media Tommy Rusihan Arief, menganggap bahwa KONI telah melanggar undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dan juga Statuta FIFA. Demikian uraian menurut pandangan PSSI yang berhasil dihimpun.

Dalam Undang Undang No. 3/2005  pasal 44 ayat 1,2,3 dan 4 UU SKN, tertulis dengan jelas dan tegas bahwa hanya Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang diberi kewenangan oleh UU SKN berkaitan dengan semua hal keterlibatan Indonesia di event internasional.

Jadi menurut PSSI bukan Komite Olahraga Indonesia (KOI), apalagi KONI yang tidak dikenal dalam UU SKN tersebut.

Sehingga PSSI menganggap aneh dan ganjil, jika Ketua KONI Tono Suratman terus-menerus memaksakan diri untuk masuk dalam persoalan sepakbola Indonesia. Apalagi itu dikaitkan dengan partisipasi tim sepakbola Indonesia di SEA-Games 2013.

Bagi PSSI dalam kaitan dengan keikutsertaan kontingen Indonesia ke SEA Games 2013 adalah kewenangan KOI, sesuai amanat UU SKN.

Dengan kata lain KONI tidak memiliki hak dan kewenangan sesuai UU SKN, untuk mengurusi kesiapan maupun pengiriman kontingen Indonesia ke SEA-Games.

PSSI juga menegaskan bagi orang yang mengerti, FIFA tidak akan pernah berkirim surat kepada organisasi non-sepakbola.

Terlebih organisasi sub-ordinat pemerintah seperti KONI untuk meminta bantuan mengurusi federasi sepakbola di satu negara.

FIFA bahkan pernah menghukum federasi sepakbola di beberapa negara, karena intervensi Komite Olahraga Nasional negara yang bersangkutan.

Alhasil PSSI berpendapat bahwa KONI sudah melecehkan UU SKN, dengan mengambil alih tugas dan kewenangan KOI.

PSSI pun mempertanyakan mengapa Ketua KONI Tono Suratman begitu bernafsu mengintervensi, dengan menabrak ketentuan UU SKN.

Sehingga tidak ada dasar hukum apapun yang memberi ruang KONI untuk memanggil PSSI, terlebih membicarakan pembentukan timnas.

Apalagi KONI juga memanggil pihak-pihak tertentu yang bukan anggota KON. Ini jelas pelanggaran sangat serius terhadap UU SKN, menurut PSSI.

PSSI menganggap bahwa Intervensi KONI sudah terlalu jauh, dan semakin bertolak belakang dengan UU SKN maupun Statuta FIFA.

PSSI juga menggambarkan bagaimana sanksi FIFA diberikan terhadap Federasi Sepakbola Irak (IFA) pada 20 November 2009. Atau sanksi FIFA terhadap Federasi Sepakbola Nigeria (NFA) 4 Oktober 2010.

Kesemuanya itu dipicu oleh intervensi langsung pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional kedua negara, terhadap organisasi sepakbola setempat.

Dan di akhir uraiannya, PSSI mengajak semua elemen masyarakat untuk belajar dari pengalaman negara-negara lain dalam hal jatuhnya sanksi FIFA agar Indonesia tidak bernasib sama seperti negara-negara tersebut.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda