Scroll to Top

PSSI Tak Akui ISL, Semen Padang Batal ke LCA?

By Aditya / Published on Monday, 15 Oct 2012

Semen Padang

Keputusan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang dengan tiba-tiba tidak lagi mengakui Indonesia Super League (ISL) seperti yang disampaikan oleh sekjen Halim Mahfudz tampaknya bakal berbuntut panjang. Jika PSSI menganggap ISL sebagai kompetisi haram, maka Semen Padang yang kini telah bergabung dengan kompetisi binaan PT Liga Indonesia itu pun seharusnya tidak boleh mewakili Indonesia ke Liga Champions Asia (LCA).

Sebelumnya, PSSI memang telah memutuskan bahwa Semen Padang selaku juara Indonesia Premier League (IPL) 2011/2012 adalah tim yang berhak mewakili Indonesia ke LCA. Sedangkan juara ISL di musim yang sama, yakni Sriwijaya FC, tidak digubris oleh PSSI lantaran tidak bernaung di bawah kompetisi yang dikelola oleh Djohar Arifin Husin dan kawan-kawan.

Situasi dengan cepat berubah. Para petinggi PSSI yang membutuhkan dukungan dari para pemain ISL untuk memperkuat Timnas Indonesia bentukannya, mulai menyerukan pengakuan terhadap ISL. Bahkan, sejumlah pengurus PSSI sempat menegaskan bahwa ISL telah diakui melalui kongres tahunan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, beberapa bulan silam.

Apa lacur, klub-klub ISL yang berafiliasi dengan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti tetap ogah melepaskan pemainnya ke Timnas Indonesia bentukan PSSI. Sebaliknya, ketika KPSI membentuk timnas tandingan yang ditukangi oleh Alfred Riedl, para pemain terbaik ISL datang memenuhi panggilan KPSI.

Bahkan, Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan melakukan rapat kedua di Markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20 September 2012 silam pun, tidak ada pemain ISL yang bergabung dengan Timnas Indonesia PSSI asuhan Nil Maizar.

Lantaran itulah, PSSI tampaknya kesal dan dengan tiba-tiba menghapus pengakuan terhadap ISL. Halim Mahfudz dengan tegas menyatakan bahwa PSSI tidak pernah mengakui ISL!

Akibat pernyataan Halim Mahfudz itu bisa panjang. Pasalnya, Semen Padang kini telah resmi menjadi anggota ISL, tak lagi bergabung dengan IPL. Lantas, siapakah yang berhak mewakili Indonesia ke LCA? Apakah Persibo Bojonegoro yang menjadi juara Copa Indonesia musim lalu dan telah ditunjuk oleh PSSI untuk berlaga di AFC Cup? Ataukah Persebaya yang di IPL musim lalu jadi runner-up dan berhak menggantikan Semen Padang?

Sejauh ini, PSSI Djohar Arifin Husin tampaknya belum memikirkan soal itu dan masih berharap agar Semen Padang masih mau diajak bekerjasama, termasuk membatalkan niat untuk menarik 9 pemainnya dari Timnas Indonesia PSSI, dan jika bisa, membujuk Semen Padang agar mau kembali ke pelukan IPL, mungkin dengan iming-iming LCA atau ancaman sebaliknya apabila Kabau Sirah tetap membangkang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda