Scroll to Top

Jose Mourinho: Real Madrid Belum Menyerah, Barcelona!

By Fitra Firdaus / Published on Tuesday, 16 Oct 2012

Jose Mourinho: Real Madrid Belum Menyerah Barcelona

Real Madrid belum mau menyerah dari Barcelona. Sang pelatih, Jose Mourinho, menyebutkan bahwa klubnya siap bersaing dengan Barca di Liga Champions, Liga Spanyol, dan Copa del Rey. Di samping itu, The Special One menyadari bahwa dirinya hanyalah titik kecil dalam sejarah Real Madrid. Berbicara seputar El Clasico, El Unico yakin sebenarnya Real Madrid layak menang dalam laga tersebut.

Real Madrid memulai musim dengan tidak nyaman. Hingga pekan ketujuh, mereka tertinggal delapan angka dari Barcelona. Dalam wawancara dengan Real Madrid TV, Jose Mourinho menyebutkan bahwa ada dua masalah utama yang menimpa skuad Los Blancos. Yang pertama, catatan mereka di musim lalu yang terlalu spesial (100 poin) dan latihan pramusim yang kurang lama.

“Sangat sulit (mempertahankan) La Liga jika Anda baru saja melalui musim penuh rekor (mencetak 100 poin dan membukukan 121 gol). Selain itu, ada Euro 2012 yang menyebabkan sedikitnya liburan, dan pendeknya latihan pramusim.”

Meski tertinggal dari Barcelona, bukan berarti Jose Mourinho menyerah. Baginya, skuad Los Blancos siap bertempur hingga akhir. The Special One menekankan, semua gelar akan coba ditantang Real Madrid. Ia tak akan puas jika Madrid hanya mengincar sebuah trofi, lantas mengorbankan dua trofi lain.

“Saya optimis (kami bangkit) karena tim kini bersiap untuk tak kalah lagi; dan bertarung hingga penghabisan. Yang jelas, saya tak bisa menerima jika tim saya (cuma) bertempur untuk meraih Liga Champions, lantas tertinggal 15 angka dari pemuncak klasemen. Saya juga tak mau melepas begitu saja Copa del Rey.”

Bicara gelar, Jose Mourinho mengaku dirinya bagaikan satu titik kecil dalam sejarah Real Madrid. Hampir tiga musim bersama Los Blancos, baru tiga gelar yang diberikan The Special One: juara Copa del Rey, juara Liga Spanyol, dan juara Supercopa de Espana. Di sisi lain, sekali lagi The Special One mengultimatum kembali para pemainnya yang memiliki “kehidupan di luar sepakbola”. Ia meminta semua punggawa Los Merengues bersedia mengorbankan segalanya di lapangan.

“Jika memandang sejarah Madrid, saya tak ada apa-apanya, alias cuma setitik kecil. Saya cuma memenangi satu liga dan satu piala (Copa del Rey). Tapi, saya merasa, jika Anda seorang pemain Madrid, Anda mesti memberikan hidupnya di lapangan (bukan terlibat dalam kegiatan lain yang menyita energi seperti berpesta).”

Terakhir, Mou mengaku tak puas dengan hasil seri di El Clasico. Namun, bukan berarti ia mencerca tim. Hasil imbang memang tak baik, tapi ia sangat mengagumi kinerja pasukannya yang ‘berjuang hingga mati‘ di lapangan.

“Hal terpenting di Camp Nou adalah membangkitkan tim, bukan hanya masalah memperkecil jarak menjadi lima angka, atau kalah hingga jarak menjadi sebelas angka. Nyatanya, kami bisa bertahan (pada jarak delapan angka) dengan tim yang lebih kuat. Saya bahagia di ujung laga. Bukan karena hasil seri. Karena, kami pantas menang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda