Scroll to Top

PSSI Diminta Segera Bertindak Demi Persatuan Timnas Indonesia

By Aditya / Published on Wednesday, 17 Oct 2012

Timnas Indonesia Piala AFF 2010

Masih terjadinya dualisme Timnas Indonesia membuat banyak pihak merasa gerah. PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin selaku badan sepakbola tertinggi di Indonesia pun diminta agar segera melakukan tindakan nyata demi menyelesaikan dualisme timnas dan kembali menyatukan timnas yang saat ini ada dua tim.

Salah satu pihak yang menyerukan penyatuan timnas dengan menuntut tindakan nyata dari PSSI adalah Semen Padang. Ya, juara bertahan Indonesia Premier League (IPL) yang kini telah menyeberang ke Indonesia Super League (ISL) ini mengancam akan menarik 9 pemainnya dari Timnas Indonesia PSSI asuhan Nil Maizar jika dualisme timnas belum juga diselesaikan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Semen Padang berniat memulangkan semua pemainnya yang saat ini masih bergabung dengan Timnas Indonesia bentukan PSSI asuhan Nil Maizar. Ke-9 pemain Semen Padang tersebut tiga pemain lama Elie Aiboy, Hengki Ardiles, dan Vendry Mofu, serta para rekrutan baru seperti Wahyu Wiji Astanto, Hendra Bayauw, Titus Bonai, Novan Setya, Jajang Paliama, dan Nur Iskandar.

Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (PT KSSP), Erizal Anwar, menjelaskan, pihaknya ingin agar PSSI mengambil sikap serius untuk menuntaskan masalah dualisme timnas sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam rapat kedua Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan yang telah digelar di Markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20 September 2012 silam.

“Kami hanya bisa berharap agar timnas ke depan lebih baik. Selain itu, ada langkah konkret penyelesaian PSSI dan pengharmonisasian Timnas,” tandas Erizal Anwar belum lama ini.

Salah satu hasil rapat yang juga didukung penuh oleh AFC itu menyebutkan bahwa PSSI adalah pihak yang berhak mengelola Timnas Indonesia dengan melibatkan Joint Committee (JC) sebagai pihak yang bertugas untuk melakukan harmonisasi.

“Kita prihatin dan tak puas, karena JC yang dibentuk Tim Taskforce AFC menyelesaikan masalah PSSI tak berjalan baik. Empat poin yang harus diselesaikan JC sama sekali tak bergerak,” tukas Erizal Anwar.

Dengan kata lain, Semen Padang ingin agar PSSI segera merangkul Joint Committee (JC) untuk mewujudkan persatuan Timnas Indonesia. Mengenai teknisnya, termasuk siapa yang akan ditunjuk sebagai pelatih timnas setelah bersatu nanti, Semen Padang menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Kami menyerahkan sepenuhnya pada PSSI, seputar rencana Alfred Riedl menjadi pelatih kepala, Nil Maizar direktur teknis atau sebaliknya, semuanya terserah PSSI yang memutuskan, yang penting timnas bersatu,” harap Erizal Anwar.

”Kami klub independen, tak ada tekanan atau pengaruh dari pihak manapun, semata-mata karena prihatin kondisi persepakbolaan nasional, khususnya soal kompetisi dan timnas,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda