Scroll to Top

Kerap Keluar Malam, Remaja Berpotensi Merokok dan Minum Alkohol

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 18 Oct 2012

remaja malam

Kelakuan remaja sekarang saat malam hari ditemukan banyak melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat. Dalam sebuah studi panjang yang dilakukan Institut Sosial dan Ekonomi di Universitas Essex menemukan, 36 persen remaja yang minta izin keluar malam ternyata memanfaatkan waktunya untuk perilaku berisiko, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol.

Tidak hanya pria saja yang ditemukan berperilaku nakal. Peneliti mengatakan, remaja berusia 15 tahun, baik pria atau wanita, sama-sama melakukannya. Dan, kadang mereka keluar rumah malam juga tanpa seizin orang tuanya.

Pada studi ini dilibatkan 40 ribu rumah tangga di Inggris. Dari jumlah tersebut, ada 2.000 remaja berusia 10-15 tahun yang secara khusus menjadi responden. Mereka diminta untuk berterus terang tentang seberapa sering meninggalkan rumah tanpa izin orang tua ketika waktu telah menunjukkan pukul 21.00.

“Tinggal di luar pada malam hari tidak menyebabkan orang-orang muda untuk merokok dan minum. Namun saat mereka tinggal di luar pada malam hari secara teratur tanpa memberitahu orang tua, mereka menunjukkan tanda-tanda yang mendasari munculnya permasalahan remaja,” kata Maria Iacovou, sang peneliti.

Dari pengakuan responden, banyak dari mereka melewatkan malamnya itu untuk mengunjungi pub atau bar. Dan, itu dilakukan mereka secara teratur. Dari seringnya mereka salah pergaulan, akhirnya minum alkohol, merokok, dan menggunakan obat terlarang menjadi sebuah hal biasa.

Ada 64 persen remaja perempuan 15 tahun yang keluar rumah lewat pukul 21.00 untuk mengonsumsi alkohol. Itu dilakukan lebih dari sekali dalam sebulan. Jumlah ini lebih tinggi dari remaja perempuan yang minum alkohol tapi tetap tinggal di rumah pada malam hari.Sementara itu, sebanyak 51 persen remaja perempuan aktif merokok saat meninggalkan rumah setelah jam 21.00. Remaja perempuan yang tetap tinggal di rumah, persentase mereka yang merokok “hanya” 18 persen.

Di lain sisi, remaja pria justru lebih mudah terpengaruh pada pemakaian obat terlarang. Dari studi ini ditemukan, rata-rata remaja ini pernah mengonsumsi ganja lima kali ketika meninggalkan rumah selepas pukul 21.00.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda