Scroll to Top

Ketika AC Milan Didustai Zlatan Ibrahimovic

By Naqib Najah / Published on Thursday, 18 Oct 2012

PSG vs Dinamo Kyiv

Mantan striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic seolah mengalami dilema panjang dalam hatinya. Kemarin hari, ia bersiap membantu AC Milan di tengah keterpurukannya. Namun sekarang ia menolak bernostalgia. Di saat yang sama, Ibra pun terkesan labil, di mana ia mengaku sangat mencintai AC Milan namun juga menemukan cinta yang besar di PSG.

Hal demikian diakui oleh agen sang pemain, Mino Raiola:

“Ibra menemukan senyumnya lagi di Milan setelah sesuatu terjadi di Barcelona bersama Pep Guardiola. Ia mengaku senang di Milan, tapi hal itu juga terjadi di PSG.”

Ibra terkenal sebagai pemain yang mudah pindah-pindah klub. Ia pernah bermain untuk Juventus, begitu pun, ia pernah merasakan atmosfer Inter Milan. Lalu beberapa tahun berikutnya ia justru bergabung dengan rival sekota, AC Milan. Oleh karenanya, sang agen pun tidak bisa memastikan apakah PSG merupakan klub terakhir bagi pemain berusia 31 tahun ini.

“Saya tidak tahu apakah Paris Saint-Germain akan menjadi klub terakhir baginya, tetapi akan sulit untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik daripada sekarang,” tutup Mino Raiola.

Kalimat Raiola di atas tentu match dengan pernyataan Ibra yang siap membantu keterpurukan AC Milan. Seperti berbanding terbalik, kini sang pemain justru melemparkan kalimat tidak sedap ketika dikaitkan dengan Milan. Ia menolak bernostalgia dengan mantan klubnya tersebut.

“Nostalgia dengan AC Milan? Tidak, saya tidak punya nostalgia dengan Milan atau menganggap Italia sebagai sebuah negara,” tegas Ibrahimovic kepada Sky Sport Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda