Scroll to Top

PSSI-AFC Nyaris Diadu Domba Oknum Tak Bertanggungjawab

By Fitra Firdaus / Published on Saturday, 20 Oct 2012

AFC PSSI

Seorang oknum yang mengaku bernama Darmansyah, telah mencatut nama Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, untuk menelepon Presiden AFC, Prince Abdullah. Oknum tersebut, yang berpura-pura sebagai  utusan Sekjen PSSI, berupaya mengatur pertemuan dengan Prince Abdullah untuk membahas beberapa masalah seputar sepakbola di Indonesia. Aksi oknum tersebut gagal setelah terjadi konfirmasi antara PSSI dan AFC.

Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, Jumat kemarin, mengungkapkan bahwa namanya disalahgunakan oleh seseorang. Orang tersebut, menelepon Presiden AFC, Prince Abdullah, lima hari lalu. Dalam telepon tersebut, orang yang hingga kini tidak diketahui identitasnya tersebut, mengaku sebagai utusan PSSI. Dan, meminta bertemu dengan Prince Abdullah pada Kamis, 18 Oktober 2012 di Kuala lumpur.

Kejadian ini terungkap ketika Halim Mahfudz berencana menghubungi AFC pada Selasa (16/10) untuk mengatur jadwal pertemuan. Ketika itu, sekretaris Prince Abdullah mengonfirmasi bahwa sebelumnya sudah ada seseorang yang mengaku utusan Sekjen PSSI, ingin bertemu dengan Prince Abdullah.

“Saat saya menelepon ke sana, ternyata nama saya sudah tercantum akan bertemu mereka. Pertemuan itu dijadwalkan tanggal 18 Oktober 2012 pukul 11.30 waktu setempat di Hotel Royal Chulan, Kuala Lumpur,” jelas Halim.

Tentu saja Halim Mahfudz terkejut, ada orang dari pihak lain, mengatasnamakan PSSI, yang berencana bertemu dengan AFC. Disebutkan AFC, bahwa oknum yang menelepon mereka, mengaku bernama Dharmansyah.

“Saya terkejut, karena merasa tak pernah menelepon ke AFC (untuk pertemuan tanggal 18 Oktober). Sekretarisnya Prince Abdullah mengaku yang menelepon adalah utusan saya bernama Dharmansyah. Nomor teleponnya nomor Indonesia, 085234959117. Setelah diselidiki, lokasi orang tersebut di Pare-pare,” kata Halim seperti dikutip Kompas.

Halim Mahfudz sendiri menduga ada dua kemungkinan seputar telepon gelap ini. Pertama, ada yang berupaya merusak nama baiknya. Kedua, mungin pula oknum tersebut, andai berhasil bertemu dengan Prince Abdullah, akan mengadakan pembicaraan ‘tertentu;

“Mungkin indikasinya kalau saya tak muncul Prince Abdullah menganggap saya tak menepati janji. Bisa merusak nama baik saya. Atau yang kedua, nanti mungkin ada utusan saya yang datang dan bilang saya tak bisa hadir karena alasan tertentu. Lalu, bisa saja ada pembicaraan-pembicaraan tertentu dengan AFC.”

Atas insiden telepon gelap dari oknum tak bertanggungjawab ini, Halim Mahfudz selaku Sekjen PSSI, segera berangkat ke Kuala Lumpur untuk meluruskan masalah.  Para petinggi AFC sendiri menerima PSSI dan membicarakan perkembangan termutakhir sepakbola tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda