Scroll to Top

5 Pemicu Pertengkaran Rumah Tangga

By Ilham Choirul / Published on Thursday, 11 Aug 2011

Suami istri bertengkar itu wajar. Namun, kalau pertengkaran malah menjadi jurang pemisah dalam komunikasi, bisa berakhir dengan perpisahan. Jangan bertindak terlalu jauh selama hal yang dipermasalahkan masih bisa dicari titik temunya.

Ada beberapa hal yang barangkali cukup sensitif dalam kehidupan berumah tangga. Ketika suami atau istri terusik dengan hal ini, maka bisa muncul perselisihan yang menjadi awal perusak rumah tangga. Hal tersebut adalah:

  • Mengacuhkan seks

    Meski bukan kebutuhan utama, namun seks punya peranan penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Seks memiliki pengaruh dalam mengikat cinta dengan pasangan. Bahkan, seks sebenarnya malah bisa dijadikan bahan diskusi. Kalau Anda sampai mengesampingkan seks, maka komunikasi dengan pasangan bisa menjadi tertutup.

    • Menyalahkan dan mengkritik

    Setiap masalah seharusnya mendewasakan dan bukan selalu dicari keberadaannya. Kalau pasutri membudayakan sikap saling kritik dan mencela tanpa sebab, maka itu menjadi jalan memuluskan perceraian. Saling menyalahkan juga bukan solusi. Lebih baik Anda dan pasangan mencari solusi, bukan malah menghakimi

    • Merahasiakan finansial keluarga

    Seberapa pun pendapatan yang Anda sembunyikan dari pasangan, akan membuatnya tersinggung saat ketahuan. Anda akan dianggap sebagai pembohong, dan mungkin, tidak mempercayai pasangan dalam hal keuangan. Sering juga masalah finansial menjadi penyebab awal munculnya perceraian. Maka, terbukalah dengan pasangan terkait finansial.

    • Melupakan hal sepele yang penting

    Hal sepele yang penting itu misalnya melakukan hal-hal kecil untuk meningkatkan keromantisan. Mengucap ” i love you”, “aku rindu kamu”, atau kata-kata lain, sebenarnya obat mujarab untuk membesarkan hati pasangan sehingga lebih sayang kepada Anda. Jadi, ini sebagai pengingat bahwa Anda sangat menyayanginya.

    • Lebih percaya orang lain

    Kadang seseorang lebih percaya kepada keluarga besarnya daripada pasangannya. Sebaiknya hindari menyelesaikan masalah dengan melibatkan orang lain. Jika Anda melakukan hal ini, maka Anda tidak mempercayai pasangan Anda. Jangan salahkan bila nantinya pasangan tidak lagi memperhatikan Anda karena terlalu kesal.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Komentar Anda