Scroll to Top

PSSI Ingin Batik Cup Jadi Turnamen Internasional

By Aditya / Published on Tuesday, 23 Oct 2012

Batik Cup 2012 Djohar Arifin

PSSI ingin ajang Batik Cup menjadi turnamen internasional yang diikuti oleh negara-negara dari luar negeri untuk ditandingkan melawan Timnas Indonesia. Selain itu, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, juga berharap agar Batik Cup dapat terselenggara rutin setiap tahunnya atau menjadi agenda tahunan dalam kalender persepakbolaan nasional.

“Semoga ajang ini menjadi agenda tahunan. Rencananya turnamen akan diperbesar. Mungkin nantinya akan ada negara-negara dari luar negeri yang ambil bagian,” ujar Djohar Arifin Husin di Solo, belum lama ini.

Djohar Arifin Husin melanjutkan, PSSI sengaja mengangkat Batik sebagai nama dari turnamen ini adalah karena batik merupakan kekayaan berharga yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Bahkan, lanjut Djohar Arifin Husin, batik sudah menjadi komoditas negara lain karena batik sudah cukup dikenal di mancanegara dan disukai oleh banyak orang dari seluruh penjuru dunia.

Oleh karena itu, melalui sepakbola, PSSI ingin mengkampanyekan batik dengan menggelar Batik Cup supaya rakyat Indonesia semakin sadar akan kekayaan budaya dan mencintai produk bangsa sendiri.

“Batik adalah aset luar biasa bangsa kita. Kita sekarang prihatin karena banyak negara-negara yang sudah mulai memproduksi batik. Makanya, kami ingin mengangkat batik lewat sepakbola,” kata Djohar Arifin Husin.

Djohar Arifin Husin juga menginginkan di berbagai daerah juga digelar turnamen seperti Batik Cup untuk memicu kemajuan sepakbola nasional. PSSI, kata Djohar Arifin Husin, akan selalu memberi dukungan kepada berbagai bentuk turnamen sepakbola yang bisa membawa manfaat bagi semua.

“PSSI akan mendorong banyak daerah untuk menggelar turnamen-turnamen seperti ini karena ini bagus untuk kemajuan sepakbola Indonesia,” tutup Djohar Arifin Husin.

Batik Cup 2012 memang baru saja usai dengan diikuti oleh empat tim peserta, yakni Timnas Indonesia U-23, Tim All Star Divisi Utama PSSI, Persiba Bantul, dan Persis Solo yang sekaligus bertindak sebagai tuan rumah.

Sebagai juara dalam turnamen yang digelar di Stadion Manahan, Solo, ini adalah tim peserta Indonesia Premier League (IPL) musim lalu, yakni Persiba Bantul. Klub asal Daerah Istimewa Yogyakarta ini sebenarnya hanya berperan sebagai tim pengganti karena Timnas Indonesia senior urung berpartisipasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda