Semen Padang Dicoret Dari Liga Champions Asia

Semen Padang

Semen Padang terpaksa harus mengubur impiannya untuk berlaga di Liga Champions Asia (LCA). Juara bertahan Indonesia Premier League (IPL) yang kini telah pindah ke Indonesia Super League (ISL) ini dicoret dari kompetisi tertinggi antar klub di Asia itu karena dinilai tidak memenuhi syarat oleh AFC.

“Dari verifikasi terakhir, pihak AFC menolak wakil Indonesia (Semen Padang) untuk tampil di Liga Champion Asia karena syarat yang diajukan tidak terpenuhi,” jelas Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang, Erizal Anwar, di Padang, Selasa (23/10/2012).

Salah satu syarat yang gagal dipenuhi oleh tim Kabau Sirah adalah stadion. Stadion Haji Agus Salim yang selama ini menjadi home base Elie Aiboy dan kawan-kawan dinilai belum layak untuk menggelar laga internasional sekelas LCA.

Selain itu, lanjut Erizal Anwar, konflik antara PSSI dan KPSI yang menimbulkan banyak dualisme di persepakbolaan Indonesia juga dinilai turut mempengaruhi kelayakan Semen Padang di mata AFC untuk bisa mengikuti LCA.

“Kondisi ini (konflik PSSI dan KPSI) sedikit banyak mempengaruhi keputusan AFC untuk Semen Padang, namun kami sudah siap dengan kemungkinan tersebut,” ujar Erizal Anwar.

Kegagalan Semen Padang ke LCA memang cukup memprihatinkan karena selama ini Indonesia selalu mendapat jatah satu tempat di ajang paling bergengsi antar klub di kancah Asia ini.

Jikapun Stadion Haji Agus Salim dinilai belum memenuhi standar untuk menggelar laga LCA, seharusnya Semen Padang bisa menawarkan alternatif dengan menggunakan stadion lain di Indonesia yang sudah pernah digunakan untuk menghelat pertandingan internasional.

Indonesia sebenarnya memiliki cukup banyak stadion yang pernah digunakan untuk menggelar laga internasional, sebut saja Stadion Gelora Jakabaring Palembang, Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Stadion Utama Riau, Stadion Manahan Solo, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, atau lainnya.

Lantas, dengan gagalnya Semen Padang ke LCA, apakah Sriwijaya FC yang merupakan jawara Indonesia Super League (ISL) musim lalu yang berhak mewakili Indonesia? Belum tentu, karena PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin telah memasukkan Sriwijaya FC ke daftar tim ilegal atau yang tidak mendapat pengakuan resmi dari otoritas tertinggi sepakbola Indonesia.

Komentar Anda

Leave A Response