Scroll to Top

PSSI Tegaskan Timnas Indonesia Tetap Dilatih Nil Maizar

By Aditya / Published on Wednesday, 24 Oct 2012

Alfred Riedl Nil Maizar

PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin menegaskan bahwa jika nanti Timnas Indonesia bersatu, maka pelatihnya tetap Nil Maizar, bukan Alfred Riedl seperti yang diusulkan oleh KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti. Hal ini yang ditegaskan oleh salah seorang petinggi PSSI, Saleh Mukadar.

Persoalan siapa yang berhak melatih Timnas Indonesia mencuat ketika rapat Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu menemui jalan buntu. Wakil KPSI di Joint Committee bersikeras bahwa Alfred Riedl adalah sosok yang paling pantas melatih timnas, sementara PSSI menolak tegas usulan tersebut.

Menurut Saleh Mukadar, Todung Mulya Lubis, Ketua Joint Committee yang juga merupakan utusan dari PSSI, tetap memilih Nil Maizar sebagai pelatih tim Garuda. Sedangkkan Alfred Riedl ditempatkan sebagai penasehat.

“Dalam rapat ada usulan dari Ketua Komite Bersama (Joint Committee), Todung Mulya Lubis, yaitu mengusulkan Nil Maizar tetap sebagai pelatih dan Alfred Riedl sebagai penasehat,” ujar Saleh Mukadar di Jakarta belum lama ini.

Jalannya rapat lagi-lagi menemui jalan buntu karena kedua kubu masih tetap kukuh pada ego dan pendirian masing-masing. PSSI tetap jagokan Nil Maizar, sedangkan KPSI ngotot ingin menempatkan Alfred Riedl sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia dengan Nil Maizar sebagai asisten pelatih.

”Mereka (KPSI) tetap ngotot untuk menjadikan Alfred Riedl sebagai pelatih kepala (Timnas Indonesia), sedangkan Nil maizar sebagai asisten denganistilah dwi tunggal,” ujar Saleh Mukadar.

“Kami agak keberatan untuk menerima usulan itu, karena apabila kami terima, maka kami melanggar kesepakatan yang dibuat di Kuala Lumpur, statuta, dan juga melanggar otoritas dari Exco. Kalau kita berpatokan pada rasa nasionalisme dan tetap bersikeras menginginkan Alfred Riedl sebagai pelatih, pasti akan menemui jalan buntu,” lanjutnya.

Di pihak lain, KPSI pun membeberkan alasan mengapa Alfred Riedl dinilai lebih pantas menukangi Timnas Indonesia ketimbang Nil Maizar. Capaian prestasi Timnas Indonesia yang diukur dari peringkat FIFA menjadi pertimbangan KPSI mengapa memilih Alfred Riedl ketimbang Nil Maizar.

“Saat ditangani Alfred Riedl, peringkat timnas bisa menembus 125. Tapi saat ini berbeda jauh. Peringkat Indonesia terperosok hingga 170. Itu salah satu alasan kami tetap mengusung Riedl,” tegas Togar Manahan Nero, salah seorang wakil KPSI di Joint Committee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda