Scroll to Top

PSSI Sebut KPSI dan JC Bertindak di Luar Batas!

By Aditya / Published on Wednesday, 24 Oct 2012

La Nyalla - Djohar Arifin

Ribut-ribut antara PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan KPSI pimpinan La Nyalla Mattalitti masih berlanjut. Kali ini Joint Committee (JC) atau Komite Gabungan yang menjadi medan tanding kedua kubu. PSSI pun menyebut utusan KPSI di Joint Committee (JC) telah bertindak di luar batas dan wewenangnya terkait persoalan Timnas Indonesia.

Wakil PSSI dan KPSI memang telah bertemu lagi dalam rapat Joint Committee yang digelar di Jakarta pada Senin (22/10/2012) kemarin. Namun, rapat tidak menemukan kata sepakat karena pembahasan yang dianggap oleh PSSI telah melebar ke ranah yang seharusnya bukan menjadi wilayah Joint Committee.

Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, mengungkapkan, agenda yang dibahas dalam rapat kemarin tidak sesuai yang diharapkan. Semula, Joint Committee hanya akan membahas mengenai harmonisasi Timnas Indonesia, namun menurut Halim Mahfudz, kubu KPSI justru menginginkan Joint Committee lebih banyak berperan dalam urusan timnas, termasuk penentuan pelatih.

Halim Mahfudz melanjutkan, seharusnya Joint Committee hanya bertugas sebagai pihak yang menengahi kepentingan kedua kubu terkait pemilihan pemain Timnas Indonesia, bukan sebagai penentu kebijakan mengenai timnas karena itu merupakan wewenang PSSI.

“Saya memfasilitasi pertemuan mereka tadi (kemarin). Saya sebagai Sekjen PSSI melihat bahwa topik yang dibahas tadi memang agak di luar tugas dan wewenang JC karena berdasarkan surat AFC, tugas JC hanya untuk mengharmonisasikan jika ada perselisihan mengenai pemilihan pemain timnas,” kata Halim Mahfudz.

Alhasil, lanjut Halim Mahfudz, rapat pun melebar ke topik-topik yang semestinya tidak harus dibahas. Salah satunya adalah mengenai penentuan pelatih yang berhak melatih timnas apabila sudah disatukan nanti.

Kubu KPSI menginginkan Alfred Riedl sebagai pelatih kepala timnas, sedangkan Nil Maizar menjadi asistennya. Usul tersebut ditolak oleh PSSI yang menghendaki Nil Maizar tetap menjadi pelatih kepala, sedangkan Alfred Riedl didapuk sebagai penasehat.

“Dalam rapat tadi pembahasan memang berkembang di luar topik. Tawaran posisi penasihat pelatih bagi Alfred Riedl iedl itu ditawar. Kemudian berkembang bahwa Alfred Riedl dan Nil Maizar bisa dipertemukan untuk membahas soal siapa pelatih kepala dan asisten, bahkan sampai ada dwitunggal untuk pelatih timnas,” beber Halim Mahfudz.

“Masalahnya sekarang, persoalan penunjukan pelatih ini kan bukan tugas JC. Kalau kita lihat dari surat AFC, kewenangan JC tidak mencakup ke persoalan tersebut,” lanjutnya memungkasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda