Scroll to Top

Man City: Tak Suka Strateginya, Roberto Mancini Kritik Micah Richards

By Wan Faizal / Published on Friday, 26 Oct 2012

Roberto-Mancini

Pasca kekalahan 3-1 yang diderita Manchester City dan Ajax Amsterdam di Liga Champions kemarin, terjadi beda pendapat yang melibatkan manajer Roberto Mancini dan bek Micah Richards. Pemain binaan The Citizens itu merasa Mancini telah mengambil strategi yang salah dan menyebabkan City tumbang di Amsterdam Arena, yang akhirnya membuat Mancini memberi kritik pada Richards.

Yang dimaksud Richards adalah keputusan Mancini memainkan tiga bek saat tim tertinggal 2-1 lewat gol Siem de Jong dan Niklas Moisander. Demi mengejar gol, Mancini memutuskan untuk menarik Joleon Lescott dan memasukkan Aleksandar Kolarov.

Richards menilai, ia dan rekan-rekannya tak merasa nyaman dengan strategi pilihan Mancini tersebut. Alhasil, mereka harus kembali kebobolan oleh gol ketiga Ajax via Christian Eriksen hanya beberapa menit pasca pergantian tersebut.

Mendapati anak buahnya bersikap seperti itu, Mancini pun berang. Eks pelatih Inter Milan itu mengkritik balik Richards yang dinilainya tak cukup bagus bermain bagi tim sekelas City.

“Jika kamu adalah seorang pemain hebat, maka tak penting strategi apa yang digunakan saat itu. Jika kamu tak mengerti strategi dengan sistem seperti itu, maka kamu tidak pantas bermain bagi tim besar,” ketus Mancini.

“Apa yang dikatakan Micah adalah sesuatu yang tak penting. Mungkin ia masih belum paham karena ia belum banyak bermain musim ini.”

Dampak dari kekalahan tersebut memang sangat berat bagi City. Mereka harus menyapu bersih tiga pertandingan sisa dengan kemenangan jika masih ingin berkiprah di fase knock-out Liga Champions.

Hart-Yaya-Lescott-Barry

Lebih lanjut, Mancini meminta anak asuhnya untuk tetap fokus dan berusaha untuk cepat bangkit menatap pertandingan berikutnya. Bagi Mancini, sebuah tim besar tidak akan terpengaruh oleh satu kekalahan.

“Ini adalah musim yang penting bagi kami. Jika kami membiarkan satu kekalahan merubah semuanya, maka kami adalah tim yang lemah.”

“Sebuah tim yang kuat boleh saja menderita satu kekalahan. Namun dari situ kita akan mempelajarinya dan tidak mengulanginya lagi di pertandingan berikut.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda