Scroll to Top

Jose Mourinho Ingin Selalu Menjadi The Special One

By Fitra Firdaus / Published on Friday, 02 Nov 2012

Jose Mourinho (1)

Diwawancarai oleh Ronda Iberia Magazine, Jose Mourinho menyebutkan bahwa sepakbola dapat digunakan untuk menyatukan semua perbedaan di dunia. Tanggung jawab sosial yang diemban oleh pihak-pihak yang terlibat di dunia si kulit bundar, sangat besar. The Special One juga menyebutkan, bahwa sejak awal ia bercita-cita untuk menjadi pelatih sepakbola. Ia juga masih ‘bingung’, setelah pergi dari Real Madrid, hendak berangkat ke mana lagi. Yang jelas, kesuksesan Mou tak terlepas dari keinginan dirinya untuk senantiasa menjadi The Special One.

Sepakbola, tak dipungkiri lagi, adalah (salah satu) olahraga terpopuler di seluruh penjuru dunia. Ajang Piala Dunia dapat membuat mereka yang tak mengenal si kulit bundar, ikut-ikutan latah demam bola selama sebulan. Dan, persaingan Barcelona vs Real Madrid adalah makanan sehari-hari bagi para penggila bola.

Jose Mourinho, pelatih Real Madrid yang telah sukses di empat liga elite Eropa, juga menyebutkan hal demikian. Baginya, “Sepakbola adalah Fenomena sosial yang unik. Lebih universal dari bahasa. Lebih banyak orang menyampaikan ‘bahasa sepakbola’ daripada mereka yang berbahasa Inggris atau Spanyol. Sepakbola adalah fenomena global yang membuat mereka yang berbeda ras, budaya, dan agama, melebur menjadi satu.”

The Special One sendiri menyebutkan, menjadi pelatih sepakbola sudah menjadi cita-citanya sejak dini. Mou memaparkan memorinya seputar hari pertamanya di bangku kuliah.

“Saya berkata pada dosen, ingin menjadi pelatih sepakbola. Ia menjawab, jika ingin menjadi pelatih yang hebat, pengetahuan kita tak boleh hanya sebatas sekadar pengetahuan tentang sepakbola saja. Kini, saya menyadari, ucapan itu benar adanya.”

Pelatih yang meminta media menyebutnya sebagai El Unico (The One) ini juga sejak awal memahami bahwa untuk sukses, ia harus keluar dari Portugal dan mencari tantangan demi tantangan baru. Maka, andai pekerjaannya di Real Madrid berakhir, ia belum tahu hendak kemana lagi.

“Pada masa-masa awal, saya sudah mencanangkan target untuk bekerja di Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol. Kini semua sudah dicapai. Maka, ketika saya mengakhiri periode di Real Madrid, saya belum memikirkan hendak ke mana.”

Tentang kuncinya mampu meraih kesuksesan, Jose Mourinho menyebutkan bahwa ia bukan tipe orang yang mudah puas. “Saya senantiasa bertarung dengan diri sendiri. Ambisi saya adalah, senantiasa berusaha menjadi yang terbaik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komentar Anda